Connect with us

headline

Ziarah Alam Minangkabau

Bagian I: Ziarah ke Masa Lalu

Penulis: Hazan Gozali

Masa Kejayaan

Jika Indonesia dibentangkan dari Aceh hingga Papua, maka Sumatera Barat adalah Provinsi yang menyumbangkan paling banyak tokoh penting di masa perjuangan kemerdekaan Indonesia. Jika Republik Indonesia ini dibariskan berdasarkan sumbangan tokoh-tokoh politik, pers, sastra, agama dan budaya, maka tidak kurang 100 nama tokoh di masa kemerdekaan mengalir darah Minang didalam tubuhnya. Diperas lagi menjadi deretan pahlawan nasional, ada 16 nama tokoh Minang didalamnya. Bahkan jika Republik Indonesia tinggal terdiri dari dua nama, “atas nama bangsa Indonesia” dalam teks Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, maka salah satunya adalah putra Minang, Mohammad Hatta.

Siapa yang tidak kenal dengan Tan Malaka, penulis buku Naar de Republik, yang menjadi pondasi pokok pemikiran Bung Karno menuju Indonesia Merdeka. Partai Murba yang dibangunnya, ikut mati bersamanya. Peran penting Tan Malaka dalam membentuk karakter kemerdekaan Bangsa Indonesia dapat kita baca melalui karya-karya yang ditulisnya dalam situasi darurat. Wajar kemudian Sutan Ibrahim, Datum Sutan Malaka, putra kelahiran Nagari Pandan Gadang, Lima Puluh Kota itu, menjadi tokoh yang paling dicari Belanda untuk diasingkan.

Siapa juga yang tak mengenal Haji Agus Salim, keahliannya dalam mengolah bahasa, membawa nama beliau menjadi tokoh diplomat yang paling menentukan pengakuan Internasional terhadap kemerdekaan Indonesia. Misi diplomatik yang dipimpinnya, dalam waktu singkat mampu membawa pulang pengakuan negara-negara Arab dan Eropa terhadap kemerdekaan Indonesia. Tanpa Pengakuan resmi yang dikumpulkannya, kemerdekaan Indonesia hanya akan menjadi pengakuan sepihak, yang tidak akan pernah diterima menjadi negeri berdaulat dan merdeka. Putra asli kelahiran Koto Gadang, Agam – Sumbar ini juga tercatat menggantikan seorang tokoh besar pendiri bangsa, HOS Tjokroaminoto sebagai Pemimpun Sarekat Islam. Lahir dengan nama Mashudul Haq (pembela kebenaran), Haji Agus Salim dalam dunia diplomasi internasional dikenal dengan sapaan The Grand Old Man, orang tua dengan segala kebesarannya, namanya bagaikan bintang, berkilau dilangit kemerdekaan Indonesia.

Deretan nama lain tidak kalah penting sumbangan dan perannya dalam mendirikan negara bansa Indonesia. Sebut saja Sutan Sjahrir, Mohammad Yamin, Mohammad Natsir, Buya Hamka, AK Gani, Bagindo Asiz Chan, Abdoel Halim, Abdoel Muis dll. merupakan benih yang lahir dan tumbuh dalam tradisi dan dinamika masyarakat Minang. Sebagian besar jasad mereka tidak diizinkan Allah untuk kembali ke tanah Minang, nama dan kisah mereka menjadi milik bangsa dan dunia. Adat Nagari menyumbangkan benih terbaik kepada Negeri.

Masa Kemunduran

Lalu mengapa kemunduran terjadi? Titik baliknya ketika Sumbar menjadi salah satu titik api pemberontakan yang harus dipadamkan oleh Soekarno. PRRI Permesta adalah bentuk protes terhadap pemerintahan Soekarno yang telah melantik dirinya sebagai Presiden seumur hidup. Konflik ditubuh angkatan bersenjata itu akhirnya mengorbankan masa depan Tanah Minang. Minangkabau mengalami kemunduran budaya, adat nagari tidak lagi dipegang, nama-nama bayi diganti agar tidak berbau Minang. Tubuh yang tadinya tegak karena dipenuhi kemuliaan ilmu dan kehormatan adat, harus membungkuk didepan pos-pos penjagaan militer.

Eksodus orang-orang Minang meninggalkan tanahnya demi mencari tanah-tanah baru, terjadi dalam jumlah besar. Mereka merantau karena tak kuat menyaksikan adat pusaka mereka dirampas. Masyarakat Minang sudah mati saat itu. Masyarakat yang dipisahkan dari tradisi adatnya bagaikan gelombang yang tak menemukan pantai. Mengapung mengikuti kemana arah angin membawanya.

Ziarah ke Masa Kini

Minangkabau yang utuh adalah wilayah adat (Alam), Ilmu Pengetahuan, Adat, Islam dan Rantau. Empat unsur ini menyatu dan mendorong gerak maju masyarakat Minang dibanding daerah lainnya. Terutama masa-masa perjuangan kemerdekaan.

Tentu tidak hendak menyalahkan generasi sekarang yang hidup dalam dunia yang sama sekali berbeda. Namun tentu juga menjadi alasan untuk tidak melakukan pemugaran aset sosial Minangkabau. Zaman sudah berganti, demokrasi memberi ruang yang sangat luas bagi masyarakat Minang untuk mendirikan kembali tiang-tiang kebudayaan dan sistem sosialnya.

Di bidang sosial dan agama, tokoh Minang yang namanya kini dianggap sebagai Guru Bangsa adalah Buya Syafii Maarif. Kiprahnya sebagai Ketua Umum PP Muhammadiyah, buah pikiran, perkataan dan tindakannya membawa namanya selalu menjadi Sang Pencerah dalam banyak kekalutan nasional. Lalu bagaimana dengan bidang politik?

Jika dulu ada nama Sjahrir mendirikan Partai Sosialis Indonesia (PSI) dan Partai Nasionalis Indonesia (PNI), Bung Hatta yang juga ikut mendirikan PNI meski pada akhirnya mendirikan Partai Gerakan Demokrasi Islam Indonesia (GDII), juga nama Tan Malaka yang mendirikan Partai Komunis Indonesia (PKI) dan terakhir mendirikan Partai Musyawarah Rakyat Banyak (MURBA). Setelah gagal dalam percobaan revolusi melawan Belanda, PKI tumbuh kembali bahkan menjadi Partai terbesar ketiga ditangan Ketua CC DN Aidit. Banyak nama besar lainnya, intinya pollitik dan kehidupan partai politik dari spektrum kanan hingga kiri, seakan disemai oleh tangan dan taman pikiran putra Minangkabau.

Zaman berganti, reformasi membawa Indonesia ke era demokrasi dan desentralisasi. Masa dimana harusnya, seluruh komponen masyarakat Sumbar bisa segera kembali merajut identitasnya. Namun politik mungkin menyisakan trauma lebih panjang. Paling tidak, kiprah anak-anak Minang di kancah politik saat ini menjadi sangat minim. Kalaupun ada lebih banyak sebagai pengikut atau followers. Sebagai pengikut, mereka jarang melahirkan gagasan dan teladan. Sangat jauh dibandingkan pendahulu-pendahulunya yang tidak hanya terlibat sebagai pemain, namun mendirikan, memulai, menggerakkan, menginspirasi, dan meletakkan gagasan dan keteladanan dalam politik Indonesia.

Baca Selengkapnya
Click to comment

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

headline

Tingkatkan Peran Serta Warga, Panwaslu Kecamatan Payakumbuh Utara Gelar Sosialisasi Pengawasan Pemilu

Tingkatkan Peran Serta Warga, Panwaslu Kecamatan Payakumbuh Utara Gelar Sosialisasi Pengawasan Pemilu


Payakumbuh,BeritaSumbar.com,-Untuk suksesnya pelaksanaan pemilihan umum 2019 mendatang,Bawaslu bersama jajarannya melakukan berbagai kegiatan sosialisasi pengawasan pemilu. Hal ini untuk mencegah terjadinya pelanggaran dan tindak lanjut jika ditemukan adanya pelanggaran oleh peserta pemilu dilapangan.


Selasa 20/11 bertempat disalah satu ballroom hotel diKota Payakumbuh, Panwaslu Kecamatan Payakumbuh Utara lakukan sosialisasi pengawasan pelaksanaan pemilu 2019. Acara ini dihadiri para tokoh masyarakat baik dari pemangku adat, bundo kanduang dan tokoh pemuda dari Payakumbuh utara. Dengan pemateri dari komisioner bawaslu Kota Payakumbuh dan Komite Independen Pemantau Pemilu Indonesia.

Usai pembukaan acara, Muhammad Khadafi ketua Bawaslu Kota Payakumbuh yang didaulat sebagai pemateri pertama menyampaikan informasi kepemiluan, khususnya tahapan kampanye dan pengawasannya.

hal hal yang harus diawasi dalam pelaksanaan pemilu. Dalam proses pelaksanaan pemilihan umum ada aturan yang harus ditaati oleh peserta pemilu. Aturan tersebut sudah ada di undang undang dan PKPU. Dan jika aturan tersebut dilanggar oleh peserta pemilu ada sanksi hukum yang akan mereka terima. Dan melalui forum ini kami Bawaslu juga berharap nantinya peserta bisa memberikan informasi yang sama di lingkungan kelompok dan steakholder masing masing, karena Pengawasan pemilu adl pekerjaan Kita bersama, ujar Khadafi.

Sementara Suci Wildanis Koordinator Bidang Pengawasan Dan hubungan antar Lembaga Bawaslu Kota Payakumbuh mengharapkan peran aktif warga dalam mengawasi setiap adanya pelanggaran aturan pemilu. Jangan takut untuk melaporkan setiap menemukan adanya kecurangan atau hal hal yang tidak sesuai dengan aturan yang sudah ditetapkan ujar Suci Wildanis.

Dalam hal melaporkan pelanggaran pemilu ini, ada beberapa orang peserta sosialisasi menyampaikan kecemasan. Apakah ada dampak hukum buat kami yang melaporkan? tanya peserta tersebut kepada narasumber. Menjawab pertanyaan ini Suci Wildanis menyampaikan bahwa pelapor dilindungi secara hukum. Jika ada pelanggaran seperti money politic,terima uangnya dan laporkan. Serta serahkan uang tersebut sebagai barang bukti. Dan Kami dari Bawaslu akan memproses secara hukum. Jika nanti dalam proses laporan warga,terlapor dinyatakan tidak bersalah juga tidak ada dampak bagi pelapor. Imbuh Suci Wildanis.

Pada sesi ke 3 usai Isoma Samaratul Fuad Advokat dari Komite Independen Pemantau Pemilu Indonesia yang menjadi narasumber dengan tema,
“Mobilisasi Warga Untuk Pengawasan Partisipaif”.


Mengingat jumlah peserta pemilu yang cukup banyak dan terbatasnya sumber daya dari penyelenggara dan pengawas pemilu, disini pentingnya peran serta warga dalam mengawasi jalannya pesta demokrasi di Indonesia ini kata Samaratul Fuad. Melibatkan masyarakat dalam pengawasan pemilu ini sudah diatur dalam peraturan perundang undangan pasal 102 dan 104 UU no 7 Tahun 2017.

Hal ini dilakukan untuk mencegah dampak negatif dalam pelaksanaan pemilu, Demokrasi dan masa depan bangsa, karena hasil yang didapat tidak maksimal dari pemilu tersebut.

Dalam hal ini yang harus dilibatkan yaitu Perguruan tinggi/mahasiwa,Ormas/OKP, Tokoh masyarakat,tokoh adat,pemuda dan kelompok kelompok yang aktif ditengah masyarakat. Juga dari pemerintahaan,kepolisian dan Kejaksaan.

Yang harus diawasi dalam pelaksanaan pemilu yaitu : Pemerintah beserta jajarannya,polisi,jaksa,TNI, terkait akan netralitas mereka dan pemakaian fasilitas negara saat proses pemilu berlansung. Juga peserta pemilu (Parpol/caleg, calon anggota DPD dan capres). Dan tim sukses para peserta pemilu baik yang terdaftar maupun tidak terdaftar. Serta penyelenggara pemilu sendiri juga harus diawasi, Baik KPU maupun Bawaslu beserta jajarannya. Ujar Samaratul Fuad dihadapan Puluhan peserta sosialisasi Pengawasan Pemilu Se Kecamatan Payakumbuh Utara ini.

Sementara itu Desemda Putra Ketua Panwaslu Kecamatan Payakumbuh Utara didampingi Rengga deviandra (divisi PHL) dan Daira suraswati (div hukum dan penindakan) kepada BeritaSumbar.com disela sela acara berharap pemilu 2019 berjalan dengan sukses. Dan peran aktif warga khususnya di Payakumbuh Utara bisa maksimal dalam memantau pelaksanaan pesta demokrasi ini.


Dengan adanya sosialisasi ini bisa menekan angka pelanggaran pemilu, Sehingga hasil pemilu 2019 nanti benar benar sesuai yang diharapkan masyarakat Indonesia,ungkap Daira Suraswati dari divisi Hukum Dan Penindakan Panwaslu kecamatan Payakumbuh Utara.

Jika memang ada temuan pelanggaran oleh masyarakat kita berharap segera dilaporkan kepada badan pengawas pemilu untuk segera ditindak lanjuti secara hukum,kata Desemda Putra.

Dipilihnya tokoh tokoh masyarakat mengingat di Payakumbuh Utara dalam setiap perhelatan pesta demokrasi segala lini atau lapisan masyarakat selalu terlibat aktif. Baik itu tokoh adat seperti Niniak Mamak dan Bundo Kanduang dan tokoh pemuda  di Kenagarian Koto Nan Gadang/Kecamatan Payakumbuh Utara ini.(red)

window.fbAsyncInit = function() {
FB.init({
appId : ‘1410885915625287’,
xfbml : true,
version : ‘v2.10’
});
FB.AppEvents.logPageView();
};

(function(d, s, id){
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) {return;}
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “http://connect.facebook.net/en_US/sdk.js”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));

window.fbAsyncInit = function() {
FB.init({
appId : ‘1410885915625287’,
xfbml : true,
version : ‘v2.10’
});
FB.AppEvents.logPageView();
};

(function(d, s, id){
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) {return;}
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “http://connect.facebook.net/en_US/sdk.js”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));
(function(d, s, id) {
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) return;
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “http://connect.facebook.net/en_US/sdk.js#xfbml=1&appId=322156664622039&version=v2.3”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));(function(d, s, id) {
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) return;
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “http://connect.facebook.net/en_GB/sdk.js#xfbml=1&version=v2.7&appId=322156664622039”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));



Sumber

Baca Selengkapnya

Hanura

7 VISI POLITIK 7 TARGET LEGISLASI

Hidup adalah perjuangan…! | Berita Sumbar


BeritaSumbar.com,-Hidup adalah perjuangan, demikian moto hidupnya.  Dengan moto itu, dia lantas ambil bagian dalam perhelatan politik 2019.  Vino adalah Calon Legislatif DPRD Sumatera Baratdari Dapil Kota Solok, Kabupaten Solok dan Kabupaten Solok Selatan dari Partai HANURA dengan Nomor urut 7. Pilihan tersebut tak mungkin lagi dia hindarkan. Menurutnya, perjuangan bersama organisasi-organisasi terdahulu penting diteruskan, tapi dengan menjadi anggota DPRD Sumatera Barat tentu akan mempercepat tujuan-tujuan itu.  Apa lagi daerah pemilihannya merupakan wilayah yang kaya sumber daya alam, nadi kesejahteraan masyarakat.

Kekayaan alam ini belum mampu berkontribusi banyak untuk kesejahteraan masyarakat. Kedepan, masyarakat adalah pelaku dan pengelola langsung, paparnya.  Oleh karenanya diperlukan peraturan dan kebijakan daerah yang memberikan ruang bagi masyarakat mengelola kekayaan alamnya.

“Berpolitik dengan ide dan gagasan”, demikian tekad Vino. Gagasan itulah yang kemudian dia rumuskan dalam 7 VISI POLITIK, yakni : 1) Perlindungan dan Pemberdayaan petani, 2) Pengakuan dan perlindungan masyarakat adat, 3) Pengembangan perhutanan sosial, 4) Perlindungan dan jaminan hak disabilitas, 5) Bantuan hukum untuk masyarakat miskin, 6) Pariwisata berbasis ekologis dan budaya, dan 7) Peningkatan kesejahteraan masyarakat berbasis ekonomi kreatif.

Untuk menjalankan 7 VISI POLITIK itu, Vino berjuang untuk 7 TARGET LEGISLASI, yaitu :

  1. Perda Provinsi Sumatera Barat tentang Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Adat.
  2. Perda Provinsi Sumatera Barat tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani.
  3. Kebijakan daerah untuk penyelesaian konflik hak ulayat di Sumatera Barat.
  4. Kebijakan daerah dan alokasi anggaran daerah untuk memperkuat tumbuhnya basis ekonomi masyarakat di RT, RW, Kelurahan serta di tingkat kaum, suku dan nagari berbasis ekonomi kreatif.
  5. Kebijakan daerah dan alokasi anggaran daerah untuk 1) bantuan hukum bagi masyarakat miskin, 2) memperkuat lembaga penyelesaian sengketa di nagari, 3) dan pelatihan-pelatihan hukum bagi pemangku adat, pemerintah nagari, mediator dan paralegal, serta disabilitas.
  6. Kebijakan daerah untuk mendukung keadilan pengelolaan sumber daya alam dalam mengurangi ketimpangan pengelolaan sumber daya alam antara masyarakat dengan pemerintah dan swasta melalui pengembangan perhutanan sosial (hutan nagari & hutan adat).
  7. Kebijakan daerah untuk mendukung pembangunan infrastruktur pertanian, penguatan kelembagaan dan kapasitas kelompok-kelompok petani serta tersedianya alokasi anggaran daerah untuk asuransi petani sebagai mandat dari Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani.

 

Mohon doa dan dukungannya

window.fbAsyncInit = function() {
FB.init({
appId : ‘1410885915625287’,
xfbml : true,
version : ‘v2.10’
});
FB.AppEvents.logPageView();
};

(function(d, s, id){
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) {return;}
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “http://connect.facebook.net/en_US/sdk.js”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));

window.fbAsyncInit = function() {
FB.init({
appId : ‘1410885915625287’,
xfbml : true,
version : ‘v2.10’
});
FB.AppEvents.logPageView();
};

(function(d, s, id){
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) {return;}
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “http://connect.facebook.net/en_US/sdk.js”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));
(function(d, s, id) {
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) return;
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “http://connect.facebook.net/en_US/sdk.js#xfbml=1&appId=322156664622039&version=v2.3”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));(function(d, s, id) {
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) return;
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “http://connect.facebook.net/en_GB/sdk.js#xfbml=1&version=v2.7&appId=322156664622039”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));



Sumber

Baca Selengkapnya

ditlatsar hanura

“Penggalangan skiil dan Solidaritas serta Uji Nyali Peserta Diklatsar Hanura se Indonesia”

“Penggalangan skiil dan Solidaritas serta Uji Nyali Peserta Diklatsar Hanura se Indonesia”


Banten,BeritaSumbar.com,-Perjalanan Ancol menuju Pantai Anyer Banten sore itu terasa melelahkan,setelah tiga hari mengikuti jalannya pelatihan Caleg DPR-RI seluruh indonesia Partai Hanura bertempat di Hotel Discovery Ancol. selain macet juga dibarengi hujan,

Sabtu dini hari Sekitar pukul 02.00 wib kami tiba di lokasi pelatihan Diklatsar Nasional, suasana mencekam mulai dirasakan teman2 saat turun dari bus yang mengantar kami, satu persatu mulai bergumam dan saling berbisik melihat kondisi hotel gelap dan terkesan angker.

Malam pertama kami lewatkan dengan istirahat total karena kecapek an, besoknya bangun pagi jogging jalan kepantai berselfie ria dengan pemandangan anak gunung karakatau yang begitu indah serta pantai yang landai dan ombak yang tenng, pagi itu kami seakan melupakan keangkeran hotel itu,

Minggu, hari pertama itu di Aula Hotel ada gelaran pesta pernikahan, banyak tamu datang dan suasana begitu meriah karena di iringi oleh musik, kami masih sibuk dengan urusan masing2 ada yang mencuci pakaian ada yang ke laundry ada pergi kepasar dan ke mini market yang tak jauh dari hotel untuk membeli keperluan pribadi.

Beranjak sore menjelang magrib kami bergiliran mandi dan bersiap untuk makan malam dan brefing untuk agenda pelatihan, memasuki ruang lobby utama hotel suasana kembali mulai meneror otak dan pikiran kami, penerangan seadanya menambah suasana malam itu membuat bulu kuduk mulai merindung, setalah makan malam dan brefing kami kembali ke bungalow.

Senin kami mulai melakukan pelatihan sampai sore, setelah makan siang aroma angker dan seram itu mulai datang, salah seorang peserta Diklatsar tumbang karena kerasukan makluk halus dan ada juga yang dilarikan ke rumah sakit terdekat, sementara peserta yang lain tetap melanjutkan acara.

Malamnya sehabis makan malam, kami melanjutkan acara berupa pendalaman materi ke Brigade an Hanura, dalam ruangan berukuran sekitar 10x 10 meter dengan penerangan seadanya ditambah tidak adanya AC, cuma ada kipas angin, ruangan terasa pengap keringat mulai mengucur, entah kenapa kepala saya saat itu terasa berat seakan ada beban yang sedang menindih, saya pikir sakit kepala dan minum obat, bukannya sakitnya hilang bebannya malah bertambah berat, rasa was was mulai melintas dalam benak saya, sambil tetap konsen mendengar pemateri menyampaikan makalahnya, tak berselang lama salah satu peserta tumbang lagi “pingsan” ternyata peserta tersebut berasal dari Brigade Sumbar, sebagai penanggung jawab saya langsung memopong anggota yang pingsan tadi kesebuah kamar panitia, alhamdulillah berkat bantuan dari salah satu panitia korban kerasukan makluk halus tadi bisa siuman, acara malam itupun akhirnya di percepat.

Selanjutnya kami bergeser ke bungalow masing2, sampai di bungalow ada yang langsung tidur ada juga yang saling bercanda,sambil mengingat peristiwa sepanjang hari.

Selasa dini hari sekitar jam 03.00 wib ada yang mengetok pintu dan kaca bungalow kami, pas diliat keluar tak seorangpun ada diluar, tak lama berselang salah satu peserta dibangunkan oleh seseorang, pas dia bangun tak melihat seorangpun yang terjaga,karena semua tertidur pulas.
(ternyata samping bungalow kami itu pernah orang gantung diri di pohon kamboja)

Hari kedua latihan berjalan seperti biasa walau banyak peserta yang tumbang, tapi tidak mengurangi semangat kami untuk tetap berlatih, dan pelatihanpun berakhir sore itu.

Malamnya panitia mengadakan api unggun dan makan bersama dilapangan belakang hotel tempat kami pelatihan, setelah rangkaian acara selesai, saya coba iseng memotret suasana malam dengan memakai camera infra red….astaga….hasil dalam foto itu begitu banyak penampakan makluk halus..dan sayapun merinding dan mulai bergeser ke bungalow dalam perjalanan ke bungalow seperti ada yang meniup kuduk saya, sementara banyak bayang2 yang mengikuti saya dan itu terliat dari kiri kanan bayang2 saya.

Hotel Mandalika, Anyer, Kabupaten Serang Banten tempat pelatihan Diklatsar Nasional Brigade Hanura Banten ini dulu juga menjadi lokasi penggerebekan satu ton narkoba jenis sabu. keangkeran hotel berlantai lima ini juga diungkapkan warga sekitar.

“Emang disini (hotel mandalika) terkenal angker, Saya juga pernah ngerasain, waktu ada cewek bawa tas koper nyetop mobil saya di depan hotel sini, tapi pas di jalan cewek itu ngilang tiba-tiba,” ujar sopir angkot jurusan Anyer-Cilegon Entang, Jumat (14/7/2017 SindoNews).

Warga sekitar mengaitkan dengan adanya peristiwa terbakarnya Kapal Ferry Laut Teduh 2 di Perairan Anyer yang membawa penumpang 434 orang dari Merak menuju Bakauheni pada Jumat 28 Januari 2011 silam.

Sebanyak 12 orang diantaranya meninggal dunia sebagian besar karena panik dan terjun ke laut. Mayatnya sebelum dibawa ke rumah sakit disimpan di lingkungan hotel yang dibangun tahun 1996. “Kalau malem ada saja warga yang ngedenger suara minta tolong dari arah laut,” katanya.

Ketika saya makan malam disalah satu warung sekitar hotel, pemilik warung tersebut mengatakan, hotel milik pengusaha asal Jakarta itu hanya digunakan untuk keperluan pesta perkawinan saja. Itupun tak sampai malam hari.

“Disitu (sambil nunjuk ke arah hotel), sejak selesai dibangun tahun 2000 an tidak difungsiin. tidak tahu kenapa,” ujarnya.

Awalnya pemilik saham hotel tersebut adalah mendiang Hasmoro. Kini saham dipegang oleh Lakmink Hasmoro (istrinya).

Pengalaman mistis ini sengaja saya tulis sebagai bahan renungan kita semua bahwa, jangan kita sampai sombong dan takabur dan alam gaib itu ada nyatanya.

Kepada teman teman Brigade Hanura seluruh Indonesia suka duka selama seminggu banyak membawa kenangan, semoga jalinan silaturahmi tetap kita jaga, kita adalah adalah keluarga Besar Brigade Hanura. selamat dan tak kurang satu apapun sampai kerumah masing masing…..

Salam Brigade…..!!!!

Lobby Clay Hotel Blora Jakpus 15/11

Penulis. Donny Magek Piliang

window.fbAsyncInit = function() {
FB.init({
appId : ‘1410885915625287’,
xfbml : true,
version : ‘v2.10’
});
FB.AppEvents.logPageView();
};

(function(d, s, id){
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) {return;}
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “http://connect.facebook.net/en_US/sdk.js”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));

window.fbAsyncInit = function() {
FB.init({
appId : ‘1410885915625287’,
xfbml : true,
version : ‘v2.10’
});
FB.AppEvents.logPageView();
};

(function(d, s, id){
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) {return;}
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “http://connect.facebook.net/en_US/sdk.js”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));
(function(d, s, id) {
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) return;
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “http://connect.facebook.net/en_US/sdk.js#xfbml=1&appId=322156664622039&version=v2.3”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));(function(d, s, id) {
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) return;
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “http://connect.facebook.net/en_GB/sdk.js#xfbml=1&version=v2.7&appId=322156664622039”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));



Sumber

Baca Selengkapnya

Populer

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com