Connect with us

headline

TB-HIV dan HIV/AIDS di Padang Pariaman Makin Mengkuatirkan

TB-HIV dan HIV/AIDS di Padang Pariaman Makin Mengkuatirkan


Padang Pariaman, beritasumbar.com,-Penyebaran kasus TB-HIV dan HIV AIDS  di  Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi Sumatera Barat, semakin mengkuatirkan. Hingga Juli 2018 sudah ditemukan 318 kasus TB dan 32 orang  kasus baru terkena HIV/AIDS di Padang Pariaman. Demikian terungkap dari pertemuan  Civil Society Organitation (CSO) Coordination & Netrworks at District Level bersama SSR TB-HIV Care Aisyiyah Padang Pariaman, Jumat (10/8) di Lubuk Alung.

Menurut Ketua PD Aisyiyah Padang Pariaman Betri Murni, ada 48  kader Aisyiyah berupaya keras mendatangi rumah ke rumah penderita TB yang dikenal juga dengan penyakit TBC. Kader mendatangi penderita TB agar bersedia mendapatkan pengobatan sampai sembuh. Bahkan diantara kader tersebut seperti pengemis untuk menyakinkan penderita TB agar menjalani pengobatan.

Diakui, kata Betri, TB dikatakan penyakit memalukan. Padahal penyakit tersebut bisa diobati hingga sembuh. “Banyak pasien TB, baru saja penyakitnya sudah berkurang dan dirasakan sudah tidak mengganggu kesehatan, langsung berhenti berobat. Padahal sesungguhnya masih harus menggunakan obat sampai sembuh total. Karena pengobatan membutuhkan waktu hingga 6 bulan. Diantara penderita TB, belum sembuh total, kemudian merantau dan tidak minum obat lagi di rantau. Akhirnya  kambuh lagi,” kata Betri.

Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinas Kesehatan Padang Pariaman Deby Afrina mengungkapkan, Januari hingga Juli 2018 sudah ditemukan 318 orang penderita TB, 10 orang diantaranya anak-anak. Sebanyak 3 orang diantaranya juga TB-HIV/AIDS, artinya 3 orang penderita TB sekaligus terinfeksi HIV/AIDS.

“Tahun 2018 ditargetkan 930 orang penderita TB bisa ditemukan. Sedangkan terduga penderita TB di Padang Pariaman berjumlah 2.383 orang. Bahaya besar dari penderita TB dan HIV/AIDS adalah, 1 orang bisa menularkan penyakit tersebut kepada 200 orang lain. Dari 32 orang terinfeksi HIV/AIDS yang ditemukan, umurnya 15 hingga 40 tahun,” kata Deby yang juga pengurus Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Padang Pariaman.

Menurut  Koordinator Program Dasril, kegiatan ini membahas isu kekinian TB yang terjadi di Kabupaten Padang Pariaman. Makin kompleksnya penyebaran penderita TB, maka sangat dibutuhkan keterlibatan aktif berbagai stakeholder. Sehingga kita melibatkan berbagai pihak agar berperan aktif dalam sosialisasi pemberantasan dan penyembuhan TB.

Sekretaris Forum Kabupaten Sehat Padang Pariaman Armaidi Tanjung mengungkapkan, makin banyak ditemukan penderita TB dan HIV/AIDS, terutama di kalangan usia remaja dan muda, sangat dibutuhkan sosialisasi di lingkungan lembaga pendidikan seperti sekolah. “Makin banyak perilaku seks  bebas yang terjadi kalangan usia muda, terutama di kalangan pelajar,  semakin dibutuhkan informasi yang benar terhadap resiko dari perilaku menyimpang tersebut,” kata Armaidi.

Pertemuan juga dihadiri  Ketua PD Muhammadiyah Padang Pariaman Fakhri Zaki, perwakilan dari Tim Peduli TB-HIV Saiyo Sakato Padang Pariaman, MUI, IBI, Forum Walinagari, PPNI, SSR dan KNPI. (bus)

window.fbAsyncInit = function() {
FB.init({
appId : ‘1410885915625287’,
xfbml : true,
version : ‘v2.10’
});
FB.AppEvents.logPageView();
};

(function(d, s, id){
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) {return;}
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “http://connect.facebook.net/en_US/sdk.js”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));

window.fbAsyncInit = function() {
FB.init({
appId : ‘1410885915625287’,
xfbml : true,
version : ‘v2.10’
});
FB.AppEvents.logPageView();
};

(function(d, s, id){
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) {return;}
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “http://connect.facebook.net/en_US/sdk.js”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));
(function(d, s, id) {
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) return;
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “http://connect.facebook.net/en_US/sdk.js#xfbml=1&appId=322156664622039&version=v2.3”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));(function(d, s, id) {
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) return;
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “http://connect.facebook.net/en_GB/sdk.js#xfbml=1&version=v2.7&appId=322156664622039”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));



Sumber

Baca Selengkapnya
Advertisement
Loading...
Click to comment

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

#pilpres2019

Prabowo Akan Terima Apapun Hasil Pilpres Asal Berjalan Jujur

SBY Walk Out di Acara Deklarasi Damai, Ini Tanggapan Prabowo


JAKARTA – Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo – Sandiaga Uno, Pipin Sopian memastikan Prabowo akan menerima hasil Pilpres, asalkan pemilu berjalan adil dan jujur.

“Kami tentu akan menerima secara kesatria patriot semua partai politik dan termasuk Pak Prabowo. Selama jujur dan adil tidak ada kecurangan yang masif terstruktur dan sistematis,” kata Pipin dalam Diskusi MNC Trijaya yang bertajuk “Pemilu Serentak yang Menghentak”, Sabtu (20/4.

Pipin mencontohkan kasus di Malaysia cukup mencengangkan, yakni ditemukan surat suara sudah tercoblos terlebih dahulu sebelum pemungutan suara. hal iti berdampak ke dalam negeri. “Jadi kami khawatir seperti Malaysia itu adalah fenomena gunung es kemudian terjadi di seluruh Indonesia jadi kami selalu memantau pergerakan-pergerakam dari suara,” tuturnya dikutip dari okezone.

Selanjutnya, Pipin menuding ada indikasi kecurangan penghilangan angka. Seperti suara 184 dihilangkan angka 1 nya. “Sehingga pak Prabowo disebut kalah tidak menang di satu TPS itu. Dan kami melihat laporan itu banyak,” tutupnya. (aci)



Sumber

Baca Selengkapnya

#pemilu2019

Sembilan Polisi Gugur Saat Amankan Pemilu

Sembilan Polisi Gugur Saat Amankan Pemilu


JAKARTA – Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, setidaknya ada sembilan anggota Polri yang meninggal dunia saat melaksanakan tugas pengamanan Pemilu 2019.

“Ada sembilan orang anggota Polri yang meninggal dunia saat tugas pengamanan TPS dan pasca penghitungan suara,” kata Brigjen Dedi saat dihubungi, Jumat (19/4).

Sembilan polisi yang gugur tersebut yakni Aiptu M. Saepudin, Bhabinkamtibmas Cilengkrang, Polsek Cileunyi, gugur karena kelelahan setelah mengawal distribusi kotak suara.

Kemudian Aiptu M. Supri, anggota Polresta Sidoarjo, gugur saat melaksanakan pengamanan di TPS 21 di Desa Bareng Krajan, Kecamatan Krian, Sidoarjo, Jawa Timur, dan AKP Suratno, Panit Subdit II
Ekonomi Ditintelkam Polda Kaltim, gugur karena sakit.

Selanjutnya Brigadir Prima Leion Nurman Sasono, anggota Polsek Cerme Polres Bondowoso, gugur karena mengalami kecelakaan menuju TPS, dan Bripka Ichwanul Muslimin, anggota Polres Lombok Tengah
Polda NTB, gugur karena kecelakaan ketika menuju salah satu polsek untuk apel kesiapan pengamanan TPS.

Tak hanya itu, Aipda Stef Pekualu, anggota Polres Kupang NTT, gugur saat tugas pengamanan Pemilu 2019. Berikutnya, Brigadir Arif Mustaqim, anggota Brimob Cikarang Polda Metro Jaya, gugur saat pengamanan Pemilu 2019, dan Brigadir Slamet Dardiri, anggota Polsek Tosari Polres Pasuruan, gugur dalam kecelakaan saat pengamanan Pemilu 2019.

Diwartakan okezone, selain itu Brigjen Syaiful Zachri, Dirbinpotmas Korbinmas Baharkam Polri, gugur akibat serangan jantung dalam tugas pasca Pemilu di Labuan Bajo, NTT. (aci)



Sumber

Baca Selengkapnya

#survei

VERSI SBLF RISET; NasDem Jawara di Sumbar I, Demokrat di Unggul Sumbar II

Surat Suara Pilkada Padang Sudah Sampai


PADANG – Hasil quick count dan rekap yang dihimpun Sumatera Barat Leadership Forum (SBLF)-sebuah lembaga riset, Pileg 17 April lalu mengantarkan dua kader Partai NasDem ke Senayan sebagai anggota DPR di Dapil Sumbar 1. Sebaliknya di Dapil Sumbar 2, Demokrat tampil sebagai juara kelas.

“Dua kader Partai NasDem tersebut adalah Lisda Endrajoni dan Fauzi Bahar,” sebut Edo Andrefson, Direktur Eksekutif SBLF kepada Singgalang, Jumat (19/4) di Padang.

Edo menekankan, hasil Pileg tersebut tidak jauh beda dengan hasil survei yang dilakukan pada Januari 2019. Dia juga menegaskan, hasil itu memang tidak berasal dari seluruh TPS, tapi setidaknya sudah menjadi gambaran. Berdasarkan pengalaman, data yang dirilis, biasanya cocok dengan hasil real count.

“Terakhir kami merilis Pilkada Padang yang dimenangkan paslon Mahyeldi-Hendri Septa, baik sebelum puncak pencoblosan maupun sesudah pencoblosan, datanya hampir sama, antara hasil survei kami dengan hasil rillnya,” terang Edo.

Masih di Sumbar 1, kursi kedua, bakal direbut PAN, dan mengantarkan kader terbaik sekaligus petahana Asli Chaidir. Kursi ketiga diraih Gerindra dan kadernya yang berpeluang besar ke Senayan adalah Andre Rosiade.

” Untuk kursi keempat, bakal jatuh ke pelukan Demokrat. Kader yang lolos, bisa petahana Darizal Basir, bisa Eka Putra. Selisih persentase kecil sehingga masih kejar-kejaran. Penentuan akhir siapa yang unggul, ya lewat penghitungan KPU,” katanya.

Golkar yang biasanya mendominasi, kali ini diperkirakan dapat kursi kelima dengan posisi kader yang berpacu antara Saidal Masfiyuddin dan Weno Aulia. Sedangkan Darul Siska, meski tipis tapi bisa saja, menyalip raihan suara Saidal dan Weno di rekap akhir.

Kursi keenam, PKS dan kembali mengantarkan petahana Hermanto ke Senayan. Kursi ketujuh, NasDem dan yang berpeluang mengisinya adalah Fauzi Bahar. Petahana Endre Saifoel bisa saja unggul setelah rekap surat suara tuntas semua.

“Menariknya kursi terakhir (kursi kedelapan). Yang bersaing justru antara PAN dan Gerindra. Sedangkan PPP dan PDI-P yang meraih kursi pada Pileg 2014, kali ini bernasib apes. Tapi ini tidak harga mati, karena kepastian itu ada setelah rekap total surat suara,” sebutnya.

Menurut dia, jika PAN unggul, maka berpeluang, Athari Gauthi Ardi. Sebaliknya, jika Gerindra unggul, maka Edriana yang berpeluang. Kalau PDI-P menyalip, maka petahana Alex Indra Lukman, kembali ke Senayan.

Untuk Sumbar II, Edo menyebutkan Demokrat tampil sebagai jawara bahkan kadernya, Mulyadi mendominasi raihan suara. Kursi kedua, juga bakal direbut petahana Ade Rizky Pratama.

“Kursi keempat diraih PKS dan mengantarkan Nevi Zuairina ke Senayan. Petahana Refrizal kalah tipis,” kata dia.

Sedangkan kursi keempat, diraih Golkar sekaligus mengantarkan petahana John Kennedy Azis kembali ke Senayan. Untuk kursi kelima, bakal direbut PAN dan kemungkinan besar Ekos Albar unggul.

Sedangkan kursi terakhir (kursi keenam) bakal diperebutkan oleh NasDem dan PPP. NasDem yang menang maka kadernya yang berpeluang adalah Hasbullah. Jika PPP yang dapat, maka petahana M. Igbal yang melenggang ke Senayan.

Untuk DPD RI, sama dengan kebanyakan hasil lembaga lain, SBLF juga memperlihatkan dua petahana hampir pasti ke Senayan yaitu Emma Yohanna dan Leonardy Harmainy. Lalu disusul Muslim M. Yatim.

“Yang agak bersaing siapa yang mengisi satu kursi lagi, karena selisih persentasenya kecil. Tapi dari SBLF, kursi keempat bakal diisi Alirman Sory. Alirman pernah jadi anggota DPD asal Sumbar periode 2009-2014,” sebut Edo. (pen)



Sumber

Baca Selengkapnya

Populer

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com