Connect with us

News

Pudarnya kejayaan cengkih di Ranah Minang

Pudarnya kejayaan cengkih di Ranah Minang


Jika dulu cengkih adalah primadona bagi penjajah karena produksi yang melimpah dan harganya yang tinggi, maka saat ini aroma cengkih tak lagi harum di Sumatera Barat.

Bagi masyarakat kolonial, rempah-rempah merupakan simbol status sosial, rempah akan dibagikan kepada tamu untuk dibawa pulang sebagai buah tangan yang berharga.

Mereka mengenal rempah dari bangsa Arab, sejak itu obsesi terhadap menguasai rempah mulai merebak karena rempah merupakan salah satu simbol kemewahan.

Selain harganya yang mahal bahkan menyamai emas kala itu, rempah juga dijadikan sebagai pengobatan, di antaranya cengkih dikunyah untuk menghilangkan bau mulut dan mengobati sakit gigi.

Di Provinsi Sumatera Barat, meski harganya terus membaik namun berbanding terbalik dengan produksinya yang mengalami penurunan bahkan tidak lagi bisa mengekspor.

Komoditas berbahasa latin Syzygium aromaticum tersebut saat ini dihargai sekitar Rp85.000 per kilogram sementara produksinya berdasarkan catatan Gabungan Petani dan Pekebun Indonesia (Gapperindo) Provinsi Sumatera Barat sekitar 2.000 ton per tahun.

Produksi tersebut termasuk kecil di Indonesia karena beberapa provinsi lain di mampu memproduksi cengkih di atas 10.000 ton per tahun seperti Maluku produksi cengkihnya mencapai 11.730 ton per tahun.

Namun puluhan tahun silam produksinya di Sumatera Barat mencapai puluhan ribu ton per tahun dan komoditas itu masih eksis di dunia ekspor impor.

Tetapi kini hanya mampu memenuhi kebutuhan lokal seperti untuk sejumlah pabrik rokok yang ada di Pulau Jawa, dan juga untuk kebutuhan pengobatan tradisional.

Meski terkadang masih mengekspor ke Singapura, namun tidak banyak hanya dalam jumlah yang kecil dan sesekali saja.

Merosotnya produksi cengkih disebabkan oleh minimnya peremajaan pohon oleh petani karena sebagian besar cengkih di provinsi yang terkenal dengan masakan rendang ini sudah berusia tua.

Kemudian karena cengkih berbuah musiman membuat petani enggan terus menerus memeliharanya dan beralih pada komoditas lain.

Kini, pedagang pengumpul cukup kesulitan mencari cengkih untuk dibeli karena petani semakin sedikit menanam komoditas tersebut.

Salah seorang pedagang pengumpul hasil bumi di Sumatera Barat, Johan menyebutkan beberapa tahun yang lalu masih banyak masyarakat yang panen dan menjual cengkihnya, namun saat ini hampir tidak ada.

Di Sumatera Barat, kata Johan cengkih masih belum punah karena beberapa daerah tumbuhan tersebut masih banyak, seperti di Kepulauan Mentawai, hanya saja dibutuhkan perhatian dari pemerintah untuk menjaga dan meningkatkan produksinya.

Jika pemerintah melek maka bisa dilakukan penyuluhan dan bantuan agar petani cengkih tidak beralih pada komoditas lain.

Ia juga berharap ke depan semakin banyak masyarakat yang mau menanam cengkih di kebunnya, sehingga produksi tetap terjaga dan mampu memenuhi kebutuhan setidaknya untuk tingkat nasional.

“Meskipun tidak ditanami dalam jumlah banyak, masyarakat bisa menyisipkan pohon cengkih di kebun,” ujarnya.

Dari pantauan di lapangan, himpitan ekonomi merupakan salah satu faktor yang menyebabkan banyaknya petani yang enggan menanam dan merawat cengkih sebab panen hanya sekali dalan satu tahun.

Kebutuhan hidup yang mendesak membuat mereka lebih memilih menanam komoditas yang dapat dipanen terus menerus seperti kopi dan kakao.

Bahkan petani lebih memilih menanam palawija yang dalam beberapa bulan sudah bisa dipanen demi menyambung hidup dari hari ke hari.

Sementara salah seorang petani di Ranah Minang, Sofita (49) mengatakan di kebun dulu ada banyak tanaman cengkih, namun sudah berusia tua lalu mati dan hingga kini tidak ditanami lagi.

“Mencari bibitnya cukup sulit di sini, dan berbuahnya juga lama,” katanya.

Ditambah lagi dengan hampir tidak adanya penyuluhan kepada petani terkait tanaman cengkih tersebut yang membuat petani semakin enggan bertanam tumbuhan beraroma wangi itu.

Tanaman cengkih adalah tanaman jangka panjang, pohonnya akan mulai berbunga ketika berusia lima tahun dengan hasil satu hingga dua kilogram cengkih.

Usia ideal untuk berproduksi adalah 30 tahun karena mampu menghasilkan 30 kilogram hingga 80 kilogram per batang cengkeh.

Jika memiliki lahan seluas 700 hektare bisa menghasilkan 1,5 ton hingga tiga ton cengkeh, dan usianya bisa ratusan tahun sehingga bisa untuk menghidupi cucu sampai cicit.

Sembari menunggu pohon cengkeh berbunga, petani bisa memanen sayuran atau palawija yang ditanam secara tumpang sari bersama pohon cengkeh.

Di sisi penyelenggara, pemerintah provinsi juga bisa memanfaatkan perhutanan sosial untuk ditanami komoditas cengkih. Perhutanan sosial merupakan sistem pengelolaan hutan secara lestari yang dilakukan dalam kawasan hutan negara atau hutan adat, yang dilakukan oleh masyarakat setempat dan adat sebagai pelaku utama untuk meningkatkan kesejahteraan.

Berdasarkan catatan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, terdapat sekitar 2,4 juta hektare kawasan hutan di Sumbar.

Dari angka tersebut, baru sekitar 200 ribu hektare hutan yang sudah diterbitkan izin atas perhutanan sosial. Artinya masih ada jutaan hektare lahan hutan yang bisa ditanami berbagai macam komoditas.

Oleh sebab itu, agar aroma cengkih tetap kuat di Sumatera Barat yang memiliki daerah seluas 42.297 kilometer persegi itu,

beberapa pihak seperti Gapperindo Sumatera Barat, pedagang pengumpul, dan petani berharap pemerintah memberi perhatian dan upaya dalam meningkatkan produksi cengkih. (*)

window.fbAsyncInit = function() {
FB.init({
appId : ‘491803547646366’,
xfbml : true,
version : ‘v2.5’
});
};

(function(d, s, id){
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) {return;}
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “http://connect.facebook.net/en_US/sdk.js”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));

window.fbAsyncInit = function() {
FB.init({
appId : ‘558190404243031’,
xfbml : true,
version : ‘v2.5’
});
};

(function(d, s, id){
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) {return;}
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “http://connect.facebook.net/en_US/sdk.js”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));
(function(d, s, id) {
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) return;
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “http://connect.facebook.net/en_US/sdk.js#xfbml=1&version=v2.8&appId=558190404243031”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));



Sumber

Baca Selengkapnya
Click to comment

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Daerah

1.136 Botol Minuma Keras Dimusnahkan Saat Perayaan Hut Satpol pp

1.136 Botol Minuma Keras Dimusnahkan Saat Perayaan Hut Satpol pp


1.136 Botol Minuma Keras Dimusnahkan Saat Perayaan Hut Satpol ppReviewed by Koko Rakasiwion.This Is Article About1.136 Botol Minuma Keras Dimusnahkan Saat Perayaan Hut Satpol ppPadang, RedaksiSumbar.com Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah langsung menjadi inspektur dalam upacara HUT Satpol PP ke-69 dan Satlinmas ke-57 yang diadakan di lapangan RTH Iman Bonjol Padang, Senin (18/3). Dalam amanat yang dibacakan Walikota Padang, ia memberikan motivasi kepada Satpol PP agar mampu memberikan rasa aman bagi Masyarakat Kota Padang. Selain itu ia berharap dalam perayaan […]

Padang, RedaksiSumbar.com
Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah langsung menjadi inspektur dalam upacara HUT Satpol PP ke-69 dan Satlinmas ke-57 yang diadakan di lapangan RTH Iman Bonjol Padang, Senin (18/3).

Dalam amanat yang dibacakan Walikota Padang, ia memberikan motivasi kepada Satpol PP agar mampu memberikan rasa aman bagi Masyarakat Kota Padang. Selain itu ia berharap dalam perayaan HUT Satpol PP ke-69 dan SatLinmas ke-57 ini, anggota Satpol PP hendaknya mampu memberikan peningkatan pelayanann kepada masyarakat agar lebih baik.

“Peringatan hari ulang tahun sebagaimana yang kita lakukan hari ini, tentu tidak hanya dijadikan forum untuk mengenang masa lalu, dimaksudkan harus lebih dari itu, Satpol PP sebagai sarana untuk meneruskan semangat juang, dedikasi dan pengabdian aparatur dalam melindungi masyarakat, serta diperlukan kebulatan tekad untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat”, papar Mahyeldi.

Tidak itu saja Walikota juga mangajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemko Padang, terkhususnya anggota Satpol PP dan Sat Linmas, agar lebih meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa, menjunjung tinggi ideologi Pancasila, harus mempu menjadi sarana pemersatu bangsa dan harus mengutamakan kepentingan bangsa dan negara serta mengutamakan kepentingan masyarakat diatas kepentingan sendiri, dalam upaya mewujudkan ketentraman dan Ketertiban Umum serta perlindungan masyarakat di Kota Padang.

“Seperti yang disampaikan Menteri dalam Negri, bahwasanya ASN harus menjalankan netralitas, termasuk juga TNI Polri sebagai pengawal bagaimana pesta demokrasi ini bisa berjalan sebaik-baiknya. Artinya apa, bahwasanya melangsungkan kegiatan ini adalah Panwaslu dan KPU harus mampu menegakkan aturan dan peraturan yang ada, yang di berikan kepada Banpas dan KPUD, sehingga agenda demokrasi ini jangan sampai cacat, jangan sampai ternoda, karena ini adalah masa depan bangsa kita lima tahun kedepan”, himbau Mahyeldi

Dalam peeingatan Hut Satpol pp kali ini, juga turut dimusnahkan 1.136 botol minuman keras hasil operasi dari penjualan minuman keras yang tidak mempunyai izin oleh Satpol pp Kota Padang dan Instansi terkait.

Pantauan RedaksiSumbar.com, Upacara Hut Satpol ke-69 tersebut berlangsung dengan khidmat, Selain itu ada juga peragaan bela diri, Karate dan Tarung Derajat.

[Tim Liputan]

Topik: ,

http://connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1(function(d, s, id) {
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) {return;}
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “http://connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));



Sumber

Baca Selengkapnya

Daerah

Nekat Loncat Ke Atas Atap Guna Menghindari Razia

Nekat Loncat Ke Atas Atap Guna Menghindari Razia


Nekat Loncat Ke Atas Atap Guna Menghindari RaziaReviewed by Koko Rakasiwion.This Is Article AboutNekat Loncat Ke Atas Atap Guna Menghindari RaziaPADANG, RedaksiSumbar.com– Ingin menghindari razia, pemuda yang diduga menginap didalam kamar hotel tanpa surat nikah, nekat kabur melalui atap lantai 3 Hotel Mervit Kota Padang. Razia Yutisi yang digelar oleh Satpol pp Kota Padang, Sabtu, 17 Maret 2019 dini hari bersama tim gabungan SK4 Kota Padang berhasil jaring 25 botol minuman beralkohol jenis Bir dan […]

PADANG, RedaksiSumbar.com– Ingin menghindari razia, pemuda yang diduga menginap didalam kamar hotel tanpa surat nikah, nekat kabur melalui atap lantai 3 Hotel Mervit Kota Padang.

Razia Yutisi yang digelar oleh Satpol pp Kota Padang, Sabtu, 17 Maret 2019 dini hari bersama tim gabungan SK4 Kota Padang berhasil jaring 25 botol minuman beralkohol jenis Bir dan 12 pasangan muda mudi tidak mempunyai surat nikah yang menginap dalam satu kamar di Hotel tersebut.

Petugas menyisir beberapa cafe diantara nya di Jalan Kampung Nias, dari cafe tersebut tidak ditemukan para pemandu lagu
Yang tidak mempunyai identitas.

Di Hotel Mervit petugas berhasil mengamankan 12 pasang muda mudi yang diduga bukan pasangan suami istri didalam kamar hotel tersebut, seorang pria yang diduga oknum nekat meloncat ke atap Lantai 3 Hotel tersebut diduga takut akan kena razia oleh petugas.

Petugas yang tidak kehilangan akal langsung menyusuri atap hotel dan mengamankan pria tersebut sedang bersembunyi diatas atap yang rentan akan roboh.

Alhasil Pria yang diduga oknum tersebut digiring oleh petugas Penegak Perda ke Mako satpol pp Kota Padang.

Salah seorang pemuka masyarakat yang berada di kawasan hotel tersebut mengatakan ” Kami sangat mendukung kinerja Satpol pp dalam menertibkan pasangan mesum yang sering menginap di hotel tersebut, dibelakang hotel berdiri sebuah Masjid dan pemilik hotel seakan menghalalkan pasangan muda mudi yang menginap tanpa surat nikah”tegas Feri.

Kasat Pol pp Kota Padang, Al Amin mengatakan ” Semua yang terjaring malam ini prosesnya kita samakan, yang diduga oknum juga akan tertibkan seperti yang lainnya, dan untuk pemilik hotel akan kita panggil dan kita proses sesuai Perda yang berlaku di Kota Padang”terang Al Amin.

[Tim Liputan]

http://connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1(function(d, s, id) {
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) {return;}
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “http://connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));



Sumber

Baca Selengkapnya

Daerah

Bupati Yudas Pimpin Apel Siaga Bencana di BPBD Mentawai.

Bupati Yudas Pimpin Apel Siaga Bencana di BPBD Mentawai.


Bupati Yudas Pimpin Apel Siaga Bencana di BPBD Mentawai.Reviewed by Koko Rakasiwion.This Is Article AboutBupati Yudas Pimpin Apel Siaga Bencana di BPBD Mentawai.TUA PEJAT, RedaksiSumbar.com– Dalam rangka sinergitas pelaksanaan TMMD di kabupaten kepulauan Mentawai mengadakan apel siaga bencana di halaman kantor BPBD Km 6 Tua Pejat pada Jumat 15 Maret 2019. Apel dipimpin langsung oleh Bupati Yudas Sabaggalet dan dihadiri oleh Kapolres AKBP.Hendri Yahya SE, Dan Dim 0319 Letkol Czi Didid, Dan Lanal Letkol laut Anis Munandar, […]

TUA PEJAT, RedaksiSumbar.com– Dalam rangka sinergitas pelaksanaan TMMD di kabupaten kepulauan Mentawai mengadakan apel siaga bencana di halaman kantor BPBD Km 6 Tua Pejat pada Jumat 15 Maret 2019. Apel dipimpin langsung oleh Bupati Yudas Sabaggalet dan dihadiri oleh Kapolres AKBP.Hendri Yahya SE, Dan Dim 0319 Letkol Czi Didid, Dan Lanal Letkol laut Anis Munandar, kepala Dinas perhubungan Edi Sukarni,Asisten dua Desti Seminora,SE dan beberapa kepala OPD dilingkungan pemkab Mentawai.

Apel dipimpin oleh Bupati Yudas Sabaggalet.Dalam sambutannya Yudas mengatakan, kabupaten kepulauan Mentawai adalah wilayah rawan bencana serta memiliki potensi bencana yang sangat besar.Disisi lain Mentawai juga memiliki nilai budaya dan pariwisata yang sangat tinggi. Maka dengan hal tersebut, upaya kita adalah menyikapi masyarakat siap siaga dan terhindar dari bencana serta memberi kenyamanan bagi wisatawan yang berkunjung.

Lebih jauh dikatakan Yudas, bencana yang bersifat lokal ,kapasitas penyelamatan serta tindakan awal di masyarakat, maka seyogyanya kita sebagai sipil juga harus giat berlatih dalam menghadapi bencana. Sebagaimana Bapak-Bapak kita prajurit TNI Polri melatih diri guna siap siaga menghadapi kemungkinan terjadinya bencana.

Kesiapan apel siaga memiliki tujuan untuk mengajak kita khususnya pemangku kepentingan dan mengambil peran masing-masing untuk mendorong dan ikut ambil bagian dalam menyelenggarakan penanggulangan bencana.

Kedepannya Yudas berharap kepada BPBD untuk lebih kreatif dan berinovasi menghasilkan sesuatu , mampu berkoordinasi dan berkolabirasi sehingga dapat memberikan hasil rekomendasi kebijakan untuk mendukung pembangunan kedepan. Dengan kesiapan berarti kita mencoba untuk berdaptasi dengan kondisi alam yang kita cintai ini.

(Daniwarti).

http://connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1(function(d, s, id) {
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) {return;}
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “http://connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));



Sumber

Baca Selengkapnya

Populer

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com