Connect with us

News

Pramuwisata Garda Terdepan Pariwisata Harus Mempunyai Citra Budaya Lokal

Pramuwisata Garda Terdepan Pariwisata Harus Mempunyai Citra Budaya Lokal


Minggu, 26 Agustus 2018 – 17:44:25 WIB – 82

Pelatihan peningkatan kapasitas pemandu wisata sumatera barat di hotel pusako

BUKITTINGGI — Arah kebijakan pembangunan kepariwisataan Provinsi Sumatera Barat salah satunya adalah pengembangan sumberdaya pariwisata dengan meningkatkan kapasitas bagi pemangku kepentingan pariwisata lokal, meningkatkan kualitas kepariwisataan termasuk juga mengutamakan pelayanan prima pariwisata.

Demikian disampaikan Plh.Kepala Dinas Pariwasata Provinsi Sumatera Barat, Dr.Didit P Santoso,Msi yang dibacakan Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Atraksi dan Wisata Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat, Drs. Doni Hendra,MM dalam pembukaan acara Peningkatan Kapasaitas Pemandu Wisata, Jumat (24/8/2018) di hotel Pusako, yang diikuti sebanyak 50 orang pemandu wisata se Sumatera Barat. Dan narasumber adalah pemandu wisata Sumatera Barat, Ridwan Tulus, sekertaris HPI Kota Bukittinggi, Ikbal, serta modelator sekertaris dinas pariwisata Kota Bukittinggi, Linda Feroza.

Plh. Kadis Pariwisata Sumbar Didit menjelaskan, seiring kemajuan di bidang kepariwisataan, maka harus diikuti kesiapan daerah khususnya dalam penyediaan tenaga pramuwisata (guide). Mereka itu memberikan bimbingan, petunjuk dan informasi kepada wisatawan yang akan melakukan perjalanan wisata dengan menggali sejarah yang ada di setiap objek wisata di daerah setempat.

Salahsatu upaya Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Pariwisata melalui Deputi Bidang Pengembangan SDM Pariwisata dan Hubungan Antar Lembaga untuk mewujudkan daerah kunjungan wisata yang lebih baik adalah melalui kegiatan Peningkatan Kapasitas Pemandu Wisata yang bertujuan untuk menambah pengetahuan dan memahami arti pentingnya pelayanan prima kepada wisatawan, sehingga wisatawan yang berkunjung ke ranah Minang merasa senang dan nyaman selama berada di destinasi dan kawasan objek wisata, ucap Didit P Santoso.

Ditempat yang sama, Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Atraksi dan Wisata Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat, Doni Hendra mengatakan seorang pemandu wisata atau lebih dikenal sebagai pramuwisata, adalah sebagai garda terdepan dalam pariwisata, harus mengusai tentang sejarah objek wisata dan lainnya yang akan disampaikan kepada pengunjung dan juga mengusai bahasa asing. Mereka ini harus siap membuat pariwisata Sumatera Barat menjadi bagus dan terkesan bagi wisatawan yang nantinya akan mengulang kembali ke daerah wisata setempat, disamping itu pemandu wisata harus dapat mengedepankan citra budaya lokal.

Etika dalam memberikan informasi berlandas pada sapta pesona, ini sangat utama yang harus ada pada pramuwisata, bagaimana mereka menjelaskan tentang objek wisata dengan jelas dan benar, tidak boleh asal jadi saja menyampaikannya, bersikaplah sebagai pramuwisata yang profesional, maka dari itu pada acara ini disampaikan kepada pemandu wisata untuk membuka cakrawala kepariwisataan, ungkap Doni Hendra.

Dipesankan kepada peserta pelatihan, buatlah kenangan tersendiri kepada wisatawan agar wisatawan tersebut terkesan dan juga dapat menghubungi kembali untuk mengulang berwisata, disinilah peran pramuwisata sangat penting bagi pariwisata Sumatera Barat. Secara legiltas yang diakui adalah Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI), untuk Provinsi Sumatera Barat tentu HPI Sumatera Barat, pungkas Doni Hendra. (Iwin SB)

Polling Capres cawapres 2019-2024

Editor/Sumber: Rahmat Ilahi

Tag: bukittinggi,pariwisata,sumatra-barat

Tiga Pinjaman Online yang Bisa Menjadi Solusi Keuangan Anda dalam 24 Jam

Tiga Pinjaman Online yang Bisa Menjadi Solusi Keuangan Anda dalam 24 Jam

LIFESTYLE – Keperluan dana tambahan untuk berbagai kebutuhan makin meningkat. Hal ini tidak hanya dikarenakan…

Sandiaga Disebut Langgar Komitmen Seperti Jokowi, Begini Tanggapan Santai Anies

Sandiaga Disebut Langgar Komitmen Seperti Jokowi, Begini Tanggapan Santai Anies

POLITIK – Gubernur DKI Anies Baswedan berbicara tentang janjinya mengabdi di Jakarta bersama Sandiaga Uno. Apa jawaban…

Sambut HUT 73 dan HUT Pariaman 16, Pemko Pariaman Gelar Lomba Masak Sate

Sambut HUT 73 dan HUT Pariaman 16, Pemko Pariaman Gelar Lomba Masak Sate

PARIAMAN — Disperindagkop dan UKM Kota Pariaman menggelar Lomba Memasak Sate di Pantai Gandoriah dalam rangkaian…

Kompetisi Cik Uniang Cik Ajo Kota Pariaman Diserbu Pelajar dan Mahasiswa

Kompetisi Cik Uniang Cik Ajo Kota Pariaman Diserbu Pelajar dan Mahasiswa

PARIAMAN – Sebanyak 117 peserta terdiri dari 31 orang laki-laki dan 61 orang perempuan yang berasal dari kalangan…

Jokowi Ajak TNI-Polri Sosialisasi Kinerja, Fadli Zon: Pernyataan Berbahaya, Sangat Politis

Jokowi Ajak TNI-Polri Sosialisasi Kinerja, Fadli Zon: Pernyataan Berbahaya, Sangat Politis

POLITIK – Wakil Ketua DPR dari Fraksi Gerindra Fadli Zon mengkritik Presiden Jokowi yang meminta aparat TNI-Polri…

(function(d, s, id) {
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) return;
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “http://connect.facebook.net/id_ID/sdk.js#xfbml=1&version=v2.8&appId=1208534375853801”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));



Sumber

Daerah

Nekat Loncat Ke Atas Atap Guna Menghindari Razia

Nekat Loncat Ke Atas Atap Guna Menghindari Razia


Nekat Loncat Ke Atas Atap Guna Menghindari RaziaReviewed by Koko Rakasiwion.This Is Article AboutNekat Loncat Ke Atas Atap Guna Menghindari RaziaPADANG, RedaksiSumbar.com– Ingin menghindari razia, pemuda yang diduga menginap didalam kamar hotel tanpa surat nikah, nekat kabur melalui atap lantai 3 Hotel Mervit Kota Padang. Razia Yutisi yang digelar oleh Satpol pp Kota Padang, Sabtu, 17 Maret 2019 dini hari bersama tim gabungan SK4 Kota Padang berhasil jaring 25 botol minuman beralkohol jenis Bir dan […]

PADANG, RedaksiSumbar.com– Ingin menghindari razia, pemuda yang diduga menginap didalam kamar hotel tanpa surat nikah, nekat kabur melalui atap lantai 3 Hotel Mervit Kota Padang.

Razia Yutisi yang digelar oleh Satpol pp Kota Padang, Sabtu, 17 Maret 2019 dini hari bersama tim gabungan SK4 Kota Padang berhasil jaring 25 botol minuman beralkohol jenis Bir dan 12 pasangan muda mudi tidak mempunyai surat nikah yang menginap dalam satu kamar di Hotel tersebut.

Petugas menyisir beberapa cafe diantara nya di Jalan Kampung Nias, dari cafe tersebut tidak ditemukan para pemandu lagu
Yang tidak mempunyai identitas.

Di Hotel Mervit petugas berhasil mengamankan 12 pasang muda mudi yang diduga bukan pasangan suami istri didalam kamar hotel tersebut, seorang pria yang diduga oknum nekat meloncat ke atap Lantai 3 Hotel tersebut diduga takut akan kena razia oleh petugas.

Petugas yang tidak kehilangan akal langsung menyusuri atap hotel dan mengamankan pria tersebut sedang bersembunyi diatas atap yang rentan akan roboh.

Alhasil Pria yang diduga oknum tersebut digiring oleh petugas Penegak Perda ke Mako satpol pp Kota Padang.

Salah seorang pemuka masyarakat yang berada di kawasan hotel tersebut mengatakan ” Kami sangat mendukung kinerja Satpol pp dalam menertibkan pasangan mesum yang sering menginap di hotel tersebut, dibelakang hotel berdiri sebuah Masjid dan pemilik hotel seakan menghalalkan pasangan muda mudi yang menginap tanpa surat nikah”tegas Feri.

Kasat Pol pp Kota Padang, Al Amin mengatakan ” Semua yang terjaring malam ini prosesnya kita samakan, yang diduga oknum juga akan tertibkan seperti yang lainnya, dan untuk pemilik hotel akan kita panggil dan kita proses sesuai Perda yang berlaku di Kota Padang”terang Al Amin.

[Tim Liputan]

http://connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1(function(d, s, id) {
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) {return;}
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “http://connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));



Sumber

Baca Selengkapnya

Daerah

Bupati Yudas Pimpin Apel Siaga Bencana di BPBD Mentawai.

Bupati Yudas Pimpin Apel Siaga Bencana di BPBD Mentawai.


Bupati Yudas Pimpin Apel Siaga Bencana di BPBD Mentawai.Reviewed by Koko Rakasiwion.This Is Article AboutBupati Yudas Pimpin Apel Siaga Bencana di BPBD Mentawai.TUA PEJAT, RedaksiSumbar.com– Dalam rangka sinergitas pelaksanaan TMMD di kabupaten kepulauan Mentawai mengadakan apel siaga bencana di halaman kantor BPBD Km 6 Tua Pejat pada Jumat 15 Maret 2019. Apel dipimpin langsung oleh Bupati Yudas Sabaggalet dan dihadiri oleh Kapolres AKBP.Hendri Yahya SE, Dan Dim 0319 Letkol Czi Didid, Dan Lanal Letkol laut Anis Munandar, […]

TUA PEJAT, RedaksiSumbar.com– Dalam rangka sinergitas pelaksanaan TMMD di kabupaten kepulauan Mentawai mengadakan apel siaga bencana di halaman kantor BPBD Km 6 Tua Pejat pada Jumat 15 Maret 2019. Apel dipimpin langsung oleh Bupati Yudas Sabaggalet dan dihadiri oleh Kapolres AKBP.Hendri Yahya SE, Dan Dim 0319 Letkol Czi Didid, Dan Lanal Letkol laut Anis Munandar, kepala Dinas perhubungan Edi Sukarni,Asisten dua Desti Seminora,SE dan beberapa kepala OPD dilingkungan pemkab Mentawai.

Apel dipimpin oleh Bupati Yudas Sabaggalet.Dalam sambutannya Yudas mengatakan, kabupaten kepulauan Mentawai adalah wilayah rawan bencana serta memiliki potensi bencana yang sangat besar.Disisi lain Mentawai juga memiliki nilai budaya dan pariwisata yang sangat tinggi. Maka dengan hal tersebut, upaya kita adalah menyikapi masyarakat siap siaga dan terhindar dari bencana serta memberi kenyamanan bagi wisatawan yang berkunjung.

Lebih jauh dikatakan Yudas, bencana yang bersifat lokal ,kapasitas penyelamatan serta tindakan awal di masyarakat, maka seyogyanya kita sebagai sipil juga harus giat berlatih dalam menghadapi bencana. Sebagaimana Bapak-Bapak kita prajurit TNI Polri melatih diri guna siap siaga menghadapi kemungkinan terjadinya bencana.

Kesiapan apel siaga memiliki tujuan untuk mengajak kita khususnya pemangku kepentingan dan mengambil peran masing-masing untuk mendorong dan ikut ambil bagian dalam menyelenggarakan penanggulangan bencana.

Kedepannya Yudas berharap kepada BPBD untuk lebih kreatif dan berinovasi menghasilkan sesuatu , mampu berkoordinasi dan berkolabirasi sehingga dapat memberikan hasil rekomendasi kebijakan untuk mendukung pembangunan kedepan. Dengan kesiapan berarti kita mencoba untuk berdaptasi dengan kondisi alam yang kita cintai ini.

(Daniwarti).

http://connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1(function(d, s, id) {
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) {return;}
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “http://connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));



Sumber

Baca Selengkapnya

Berita

Fadli Zon Berhasil Mendorong Isu Pelanggaran HAM Terhadap Muslim Uighur Dalam Sidang PUICWebsite Resmi Fadli Zon Wakil Ketua DPR RI

Fadli Zon Berhasil Mendorong Isu Pelanggaran HAM Terhadap Muslim Uighur Dalam Sidang PUIC


Fadli Zon Berhasil Mendorong Isu Pelanggaran HAM Terhadap Muslim Uighur Dalam Sidang PUIC

DPR RI yang dipimpin Wakil Ketua DPR Fadli Zon, berhasil mendorong isu pelanggaran HAM muslim Uighur di dalam sidang General Comittees Parliamentary Union of the OIC Member States (PUIC) ke- 14 di Maroko.

“Usulan Indonesia untuk isu muslim Uighur ini awalnya ditanggapi dingin negara muslim lainnya. Bahkan sempat ditolak dengan alasan prosedural. Namun karena lobi dan desakan yang kuat delegasi DPR RI, sidang General Committees menyetujui untuk memasukan isu muslim Uighur ke dalam draft resolusi akhir,” ujar Fadli Zon didalam siaran pers yang diterima Jitunews.com, Jumat (15/3).

Fadli mengatakan meski isu Uighur telah mendapat sorotan internasional, ironisnya negara-negara muslim hingga kini belum mengeluarkan sikap kolektif.

“Baik di tingkat eksekutif melalui OKI, maupun melalui forum Parlemen negara-negara Islam. Inilah yang melatarbelakangi delegasi DPR bersikukuh memasukan isu muslim Uigur di sidang ke 14 PUIC di Maroko,” kata Fadli.

Dalam hal ini, Fadli menambahkan bahwa ada tiga pertimbangan yang melatarbelakangi sikap delegasi Indonesia. Dimana yang pertama karena PUIC sebagai forum parlemen negara-negara Islam, memiliki tanggung jawab moral yang lebih dalam menyikapi perlakuan diskriminatif yang sedang dialami muslim Uighur.

Sedangkan yang kedua, sikap membela dan melindungi masyarakat muslim minoritas, terutama yang hidup di negara non-member OIC (Organization of Islamic Cooperation), selalu menjadi point utama dalam setiap resolusi PUIC.

Menurutnya hal itulah yang membuat resolusi PUIC tidak pernah absen dalam menyikapi tragedi muslim seperti di Rohingya, Crimea, dan isu masyarakat muslim di Yunani.

“Sehingga, jika PUIC diam terhadap isu muslim Uighur, ini menjadi satu pertanyaan besar! Dan ini akan menjadi reputasi kelam bagi PUIC sebagai organisasi parlemen negara muslim dunia,” tuturnya.

Dan pertimbangan yang ketiga adalah aspek kemanusiaan. Meski diberikan status otonomi, penduduk muslim di Xinjiang faktanya justru mengalami perlakuan represif. Lebih dari 10 juta muslim di Xinjiang mengalami perlakukan diskriminatif, baik diskriminasi agama, sosial, maupun ekonomi.

Bahkan, lanjut Fadli, investigasi UN Committee on the Elimination of Racial Discrimination dan Amnesty International and Human Rights Watch melaporkan terdapat dua juta warga Uighur yang ditahan otoritas China di penampungan politik di Xinjiang.

Banyak para tahanan yang dipenjara untuk waktu yang tak ditentukan dan tanpadakwaan. Ironisnya, penahanantersebut tidak sedikit yang berujung pada penyiksaan, kelaparan, dan kematian.”

“Inilah yang mendasari sikap delegasi DPR RI. Itu sebabnya, PUIC sebagai organisasi parlemen negara-negara Islam terbesar di dunia, semestinya bersikap aktif. Minimal, tidak menutup mata atas apa yang saat ini dialami muslim Uighur di Xinjiang,” tukasnya.

 

Sumber

 



Sumber

Baca Selengkapnya

Populer

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com