Connect with us

#pemilu2019

Nasib Caleg Gerindra Dapil Bukittinggi-Agam Ditentukan Selasa Malam

Debat Putaran Kedua Pilkada Padang 12 Mei


KPU (net)

PADANG – Nasib calon anggota legislatif (caleg) Gerindra untuk DPRD provinsi dari daerah pemilihan (dapil) Bukittinggi-Agam akan ditentukan Selasa (19/8) malam, dengan akan dilakukan mediasi antara KPU, Bawaslu dan Gerindra.

Sebelumnya, Gerindra tak memiliki satu pun caleg dari dapil ukittinggi-Agam untuk DPRD provinsi. Mereka tak tercantum pada Daftar Calon Sementara (DCS) yang diumumkan KPU.

Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) Gerindra Bukittinggi, Ismunandy Sofyan mengatakan mereka optimis Gerindra untuk dapil Bukittinggi-Agam akan muncul kembali pada DCS maupun pada daftar calon tetap (DCT) Dapil Bukittinggi-Agam untuk DPRD provinsi. Hal ini, menurut dia, masalah yang menyebabkan mereka tak ada pada DCS hanyalah kesalahpahaman.

“Kami hanya memerlukan mediasi saja. Tak perlu ada penanganan sengketa 12 hari oleh bawaslu karena masalahnya hanya salah paham,” ujar Ismunandy, Minggu (19/8).

Dia mengatakan kesalahpahaman terdapat pada kartu tanda penduduk (KTP) salah seorang caleg perempuan Gerindra untuk dapil tersebut, yakni Ruswenti. Pada pendaftaran caleg, Ruswenti melampirkan KTP biasa, bukan E-KTP.

“Saat itu KTP biasa itu tak dipermasalahkan KPU. Namun ternyata di Bawaslu jadi masalah. Akhirnya Ruswenti dinyatakan tak memenuhi syarat (TMS),” ujarnya.

Sesuai aturannya, jika porsi kuota caleg perempuan tak dipenuhi partai politik (parpol), maka semua caleg untuk dapil yang sama, tak akan muncul pada DCS maupun DCT. Hal ini terjadi pada Gerindra. Dikarenakan Ruswenti dinyatakan TMS, maka semua caleg lain, dari Gerindra untuk Dapil Bukittinggi-Agam tak muncul pada DCS.

“Tapi ini nanti kami harapkan selesai pada mediasi. Toh ini hanya kesalahpahaman terkait KTP saja. Jika memang harus dilampirkan E-KTP maka itu akan kami lampirkan. Ruswenti juga punya E-KTP,” ujarnya.

Komisioner Bawaslu Sumbar, Alni mengatakan memang benar Gerindra dijadwalkan untuk mediasi dengan KPU pada hari Selasa. Bawaslu hanya akan bertindak sebagai mediator.

“Jika memang nanti selesai hanya dengan mediasi tentu tak perlu ada penanganan laporan hingga 12 hari,” ujarnya. (titi)



Sumber

Baca Selengkapnya
Click to comment

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

#pemilu2019

Survei LSI: PDIP Juara 1, Gerindra Runner-Up, Golkar Peringkat 3 di Pemilu 2019

14 Parpol di Sawahunto Lengkapi Persyaratan Bakal Caleg


Bendera Parpol (net)

JAKARTA – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) berpotensi memenangkan kontestasi Pileg 2019. Partai Gerindra dan Golkar menyusul diperingkat kedua dan tiga. Demikian hasil survei dilakukan Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA terhadap tingkat keterpilihan partai.

Berdasarkan hasil survei dilakukan LSI Denny JA di 10 provinsi, yaitu Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, DKI Jakarta, Banten, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Riau, Lampung dan Sulawesi Selatan, pada 4–10 Oktober 2018, PDIP unggul di 5 provinsi.

“PDIP menang di Jawa Tengah, Sumatera Utara, DKI Jakarta, Lampung, Sumatera Selatan,” kata peneliti dari LSI Denny JA, Adjie Alfaraby di Kantor LSI, Jakarta Timur, Jumat (2/11).

Sementara di posisi kedua ditempati oleh Partai Gerindra. Parpol besutan Prabowo Subianto itu memenangi tiga daerah dari 10 provinsi, di antaranya adalah Jawa Barat, Banten, dan Riau. “Gerindra pun berpotensi menjadi peraih suara terbanyak kedua di Pileg 2019,” imbuh dia.

Selanjutnya, parpol yang menduduki peringkat ketiga adalah Partai Golkar. Partai berlambang pohon beringin itu keluar menjadi pemenang di daerah yang bisa dibilang merupakan kandang si kuning, yaitu Sulawesi Selatan.

“PKB pun bersaing dengan Partai Golkar untuk masuk menjadi tiga besar parpol. Namun, PKB hanya unggul tipis dari PDIP di Jawa Timur. Sementara di provinsi lain tidak masuk dalam tiga besar,” pungkasnya dikutip dari okezone.

Survei sendiri dilakukan pada 4–10 Oktober 2018 melalui face to face dan interview menggunakan kuesioner. Survei menggunakan metode multistage random sampling dengan 6000 responden dan margin of error sekira 4,1 persen. (aci)



Sumber

Baca Selengkapnya

#pemilu2019

Sidang Sengketa DCT, Bacaleg Enggan Disebut Terpidana

Sidang Sengketa DCT, Bacaleg Enggan Disebut Terpidana


Ilustrasi (net)

SAWAHLUNTO – Bakal calon anggota legislatif Partai Demokrat Sawahlunto, Syamdirja tidak masuk Daftar Calon Tetap (DCT) Pileg 2019 yang ditetapkan KPU karena tidak mau disebut terpidana.

“Akibat status khusus mantan terpidana tidak dicentang bakal caleg Partai Demokrat, Syamdirja di formulir BB2, sehingga ada persyaratan tidak bisa dipenuhi. Akibatnya juga, tidak masuk di daftar calon tetap,” kata saksi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sawahlunto, Juni Lesmita Devi dalam sidang ajudifikasi sengketa DCT Pileg 2019 di Bawaslu setempat, Senin (8/10).

KPU Sawahlunto disengketakan Partai Demokrat ke Bawaslu karena seorang
bakal calon legislatifnya tidak masuk DCT Pileg 2019. KPU selaku termohon
mengajukan saksi dua pegawai. Selain Juni Lesmita Devi, juga staf Bagian
Verifikasi Kelengkapan Administrasi Pencalonan, Hayatul Mardiyah.

Partai Demokrat yang mengajukan Ketua Pengadilan Negeri dan Kapolres Sawahlunto sebagai saksi tidak hadir di persidangan itu. Hanya yang hadir, Syamdirja. Syamdirja dalam kesaksian tidak mengisi status khusus di formulir BB.2 karena tidak menerima istilah mantan terpidana. “Saya tidak menerima istilah mantan terpidana. Penggunaan istilah mantan terpidana hukuman minimal 5 tahun atau lebih,” ujarnya.

Menurutnya, putusan pidana yang dijatuhkan pengadilan padanya 9 bulan.
Sedangkan dijalani akhirnya 6 bulan setelah menjalani cuti bersyarat karena
melanggar Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan.

Majelis yang dipimpin Ketua Bawaslu Dwi Murini dengan anggota Wilma Erida
dan Fira Hericel meminta pihak pemohon dan termohon menyerahkan kesimpulan
masing-masing dan menunda persidangan, Kamis (11/10) dengan agenda
pembacaan putusan. (cong)



Sumber

Baca Selengkapnya

#nasdem

Pemilu 2019, NasDem Targetkan Masuk Tiga Besar

Pemilu 2019, NasDem Targetkan Masuk Tiga Besar


PADANG – Partai NasDem menargetkan menjadi partai tiga besar dalam perolehan suara pada Pileg nanti, baik secara nasional, Sumbar maupun Padang.

“Semakin hari partai ini semakin baik. Makanya kita targetkan menjadi tiga besar di Pileg nanti,” kata Ketua DPW NasDem Sumbar Malkan Amin saat membuka Orientasi dan Sinergitas Caleg DPRD Padang dengan Caleg DPRD Sumbar Dapil 1 serta Caleg DPR RI Dapil 1di Kryad Bumi Minang Padang, Minggu (17/10). .

Kegiatan itu diikuti 45 Caleg DPRD Padang, 10 Caleg DPRD Provinsi dan delapan Caleg DPR RI. Terlihat hadir anggota DPR RI, Endre Syaiful, Syamsu Rahim serta sejumlah petinggi NasDem Sumbar lainnya.

Malkan Amin mewanti-wanti kepada semua caleg yang hadir agar tidak menggunakan politik uang. Karena itu akan berakibat hukuman penjara selama enam tahun dan tidak bakal ditetapkan sebagai calon anggota dewan.

Menurutnya kemenangan para caleg yang tergantung kepada kedekatan kepada masyarakat, prilaku sopan, santun, suka menolong sesama. Jika prinsip tersebut diterapkan, maka ia yakin, caleg yang bersangkutan akan mendulang suara besar.

“Sekali kali jangan main uang. Dekatilah masyarakat, ubah sikap dan pola pikir untuk selalu peduli dan membantu,” terangnya di hadapan semua caleg.

Ia menargetkan pada Pileg nanti untuk DPR RI, NasDem akan memperoleh 3 kursi. Sementara untuk DPRD Sumbar ditargetkan akan menghasilkan fraksi gemuk dan mampu mengusung calon Gubernur tanoa koalisi dengan partai lain.Ketua DPW NasDem Sumbar. (bambang)



Sumber

Baca Selengkapnya

Populer

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com