Connect with us

Daerah

Kapolda Bernostalgia di Van Der Capellen

Kapolda Bernostalgia di Van Der Capellen


Kapolda Bernostalgia di Van Der CapellenReviewed by Muhammad Aidilon.This Is Article AboutKapolda Bernostalgia di Van Der CapellenTANAH DATAR – Ini harus dipertahankan. Wisatawan itu mencari suasana tradisional seperti ini. Semua yang ada di sini membangkitkan nostalgia dan mengingatkan akan suasana tempo dulu. Itulah yang diungkapkan Kapolda Sumbar, Irjen Pol Fakhrizal usai berkeliling di Pasar Van Der Capellen, Batusangkar, Tanah Datar, Minggu 14 Oktober 2018. Tidak tanggung-tanggung, Kapolda Sumbar juga membawa Wakapolda […]

TANAH DATAR – Ini harus dipertahankan. Wisatawan itu mencari suasana tradisional seperti ini. Semua yang ada di sini membangkitkan nostalgia dan mengingatkan akan suasana tempo dulu.

Itulah yang diungkapkan Kapolda Sumbar, Irjen Pol Fakhrizal usai berkeliling di Pasar Van Der Capellen, Batusangkar, Tanah Datar, Minggu 14 Oktober 2018.

Tidak tanggung-tanggung, Kapolda Sumbar juga membawa Wakapolda Sumbar dan seluruh pejabat utama di lingkungan Polda Sumbar. Kunjungan tersebut juga diikuti Kapolres kabupaten/kota di Sumbar. Hadir juga keluarga besar Bhayangkari Polda Sumbar yang dipimpin Ny Ade Fakhrizal.

Irjen Pol Fakhrizal benar-benar menikmati suasana tempo dulu di Pasar Van Der Capellen, dia mengapresiasi yang telah dibuat oleh Genpi Tanah Datar.

“Beginilah pasar rakyat zaman dulu. Semoga bisa menjadi destinasi wisata unggulan Tanah Datar. Para perantau dan wisatawan harus mampir kesini,” ujarnya.

Selain menikmati makanan tradisional yang ada di pasar, kapolda beserta rombongan juga menyempatkan diri berfoto-foto di kawasan Benteng Van Der Capellen ini.

berdiri Pasar Van der Capellen yang mana nantinya dapat menjadi destinasi wisata baru di Tanah Datar tak ayal akan berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat.

Ia menambahkan inovasi yang dilakukan tentu menjadi perkembangan wisata baru di Tanah Datar dengan begitu banyak pilihan yang menarik baik cara berbelanja, makanan maupun permainan tentu bisa menggandeng pengunjung lebih banyak baik didalam daerah, luar daerah bahkan wisatawan mancanegara.

Pada kesempatan itu Bupati Tanah Datar Irdinansyah Tarmizi mengucapkan selamat datang kepada Kapolda Sumbar beserta Istri yang telah menyempatkan diri berkunjung ke Pasar Van der Capellen.

Tak hanya itu Bupati berharap nantinya pasar yang digagas Dinas Parpora Tanah Datar beserta Generasi Pesona Indonesia (Genpi) Tanah Datar hendaknya lebih dapat dikembangkan lagi.

“Kita sangat mengapresiasi pihak yang telah mengagas Pasar Van der Capellen dengan mengangkat konsep Minangkabau tempo dulu tentu itu sangat menarik, terbukti di setiap Minggunya pengunjung terus meningkat, hendaknya ini dapat terus dikembangkan lagi,” ujarnya.

Selepas itu Bupati memberikan cendra mata berupa senjata khas Minangkabau yaitu “Kurambiak” yang diterima langsung oleh Kapolda Sumbar dilanjutkan dengan pemberian kenang-kenangan berupa poto, momen disaat kapolda menggiring bola dan lukisan karikatur karya salah seorang panitia Pasar Vander Capelen, diserahkan oleh ketua Genpi Tanah Datar Hijrah Adi Sukrial.

Turut hadir pada saat itu Kapolres Tanah Datar AKBP Bayu Aji Yudha Prajas, Ketua Kemala Bhayangkari Tanah Datar Ny. Nila Bayu Aji, Asisten Ekonomi Pembangunan Edi Susanto, Kepala Dinas Parpora Abdul Hakim, dan Pimpinan Hotel Emersia Hj. Meriwati.

Pasar Van Der Capellen berada di kawasan Benteng Van der Capellen, Batusangkar, Tanah Datar, Sumatera Barat. Destinasi digital besutan Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Tanah Datar ini sangat Instagramable dan kekinian.

Salah satu yang menjadi daya tarik destinasi ini adalah kehadiran suasana masa lampau. Suasana ini dihadirkan di salah satu spot, dimana terdapat dinding dari anyaman bambu khas tempo doeloe.

Kesan klasik semakin kuat dengan aksesoris topi dan deretan foto hitam putih. Spot ini sangat pas jika kita berfoto dengan kebaya. Benar-benar menggambarkan suasana masa lampau.

Suasana Pasar Van Der Capellen semakin keren dengan berbagai kuliner asli Tanah Datar. Selain itu, ada juga pertunjukan seni dan budaya anak nagari Minangkabau.

Topik: , ,

http://connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1(function(d, s, id) {
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) {return;}
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “http://connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));



Sumber

Baca Selengkapnya
Click to comment

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Daerah

Belasan pekerja khusus bongkar muat di PT Catur Sentosa Adiprana Gelar Unjuk Rasa

Belasan pekerja khusus bongkar muat di PT Catur Sentosa Adiprana Gelar Unjuk Rasa


Belasan pekerja khusus bongkar muat di PT Catur Sentosa Adiprana Gelar Unjuk RasaReviewed by Koko Rakasiwion.This Is Article AboutBelasan pekerja khusus bongkar muat di PT Catur Sentosa Adiprana Gelar Unjuk RasaPADANG, Redaksisumbar.com– Belasan pekerja khusus bongkar muat di PT Catur Sentosa Adiprana, yang tergabung dalam Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI), menggelar unjuk rasa karena menilai kebijakan perusahaan memutus hubungan kerja dikeluarkan sepihak.Senin, 18 Februari 2019. “kami sudah bekerja untuk memuat dan bongkar barang di perusahaan tersebut selama 11 tahun, dengan Kepala cabang yang sekarang baru […]

PADANG, Redaksisumbar.com–
Belasan pekerja khusus bongkar muat di PT Catur Sentosa Adiprana, yang tergabung dalam Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI), menggelar unjuk rasa karena menilai kebijakan perusahaan memutus hubungan kerja dikeluarkan sepihak.Senin, 18 Februari 2019.

“kami sudah bekerja untuk memuat dan bongkar barang di perusahaan tersebut selama 11 tahun, dengan Kepala cabang yang sekarang baru terjadi permasalahan tersebut, kami dilarang untuk bongkar muat barang tanpa alasan yang jelas”
Ungkap, Adek Kordinator buruh bongkar muat di Perusahaan tersebut.

Aksi sengaja digelar dikarenakan pemutusan hubungan kerja tersebut tidak jelas seakan akan seperti permainan.Pelarangan aktiifitas tersebut tidak disampaikan langsung oleh pihak perusahaan secara langsung atau pun tertulis, akan tetapi lewat pihak ketiga sebagai perpanjangan tangan perusahaan.

“kami ingin mendengar kejelasan dari pihak perusahaan tentang pemutusan hubungan kerja secara sepihak tersebut, dan jangan juga kami diadu dengan aparat untuk penyelesaian permasalahan tersebut”tutup Ade.

Ditengah aksi buruh tersebut sempat terjadi diduga adegan Simulasi penanganan teroris oleh TNI dengan bersenjata lengkap kedalam area PT. Catur Sentosa Adiprana tbk.

Diakhir aksi, pihak buruh pun diterima untuk berdialog dengan perusahaan bersama Dinas Ketenaga Kerjaan Kota Padang, serta Danramil Lubuk Begalung dan Lubuk Kilangan, Mayor Sani sebagai perwakilan dari PT.Catur serta Staf dari PT.Catur sendiri.

Dalam mediasi tersebut disepakati penundaan hingga tujuh hari ke depan untuk bertemu manajemen perusahaan.

Perwakilan dari PT Catur yaitu staff umum Boby, mengaku tak bisa berkomentar banyak terhadap permasalahan itu.

“Intinya mereka ingin bekerja, namun perusahaan tidak membutuhkan, lebih dari itu saya tidak bisa berkomentar,” katanya

Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Dinas Tenaga Kerja dan Industri Padang, Nurzal Hidayat, mengatakan akan mempelajari dan memproses persoalan tersebut.

Ia mengatakan akan mencari jalan keluar dari permasalahan tersebut sesuai dengan aturan dan hukum yang berlaku.

[Tim Liputan]

http://connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1(function(d, s, id) {
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) {return;}
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “http://connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));



Sumber

Baca Selengkapnya

BISNIS

Prodi : Peningkatan Pemahaman Petani Mengenai Dampak Alih Fungsi Lahan Pertanian Terhadap Pendapatan Petani

Prodi : Peningkatan Pemahaman Petani Mengenai Dampak Alih Fungsi Lahan Pertanian Terhadap Pendapatan Petani


Prodi : Peningkatan Pemahaman Petani Mengenai Dampak Alih Fungsi Lahan Pertanian Terhadap Pendapatan PetaniReviewed by Iskandar Rahmanon.This Is Article AboutProdi : Peningkatan Pemahaman Petani Mengenai Dampak Alih Fungsi Lahan Pertanian Terhadap Pendapatan PetaniSOLOK, Redaksisumbar.com – Tim Program Studi (Prodi) pendidikan ekonomi Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Sumatera Barat melakukan kegiatan pengabdian pada masyarakat. Wujud Abdi ke Nagari dengan tema Peningkatan Pemahaman Petani Mengenai Dampak Konversi (alih fungsi) Lahan Terhadap Pendapatan Petani, kegiatan ini dilakukan kepada kelompok tani Mato Aie dan Tunas Harapan yang bertempat […]

SOLOK, Redaksisumbar.com –
Tim Program Studi (Prodi) pendidikan ekonomi Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Sumatera Barat melakukan kegiatan pengabdian pada masyarakat. Wujud Abdi ke Nagari dengan tema Peningkatan Pemahaman Petani Mengenai Dampak Konversi (alih fungsi) Lahan Terhadap Pendapatan Petani, kegiatan ini dilakukan kepada kelompok tani Mato Aie dan Tunas Harapan yang bertempat di Nagari Gauang kecamatan Kubung kabupaten Solok, Minggu, (17/02/2019).

Menurut Nilmadesri Rosya, S.Pd, ME, dosen Prodi Pendidikan Ekonomi STKIP PGRI Sumbar yang turut ambil bagian dari kegiatan tersebut mengatakan bahwa penyuluhan kepada masyarakat ini dilatar belakangi oleh meningkatnya jumlah penduduk yang terus bertumbuh sehingga menyebabkan kebutuhan akan perumahan semakin meningkat yang mendorong konversi lahan itu terjadi, sementara disisi lain dengan bertambahnya jumlah penduduk tentu kebutuhan akan pangan juga akan meningkat sehingga kemampuan untuk memenuhi kebutuhan pangan disuatu daerah akan terkendala sebab lahan pertanian yang semakin sempit.

“Tujuan dari kegiatan ini agar masyarakat mengetahui bahwa mengkonversi lahan pertanian menjadi non pertanian berdampak terhadap penurunan pendapatan petani. Ini merupakan hasil dari penelitian yg telah dilakukan mengenai dampak konversi lahan terhadap pendapatan petani,” terangnya.

Ditambahkan Nilma, bahwa lahan yang dikonversi tersebut memuat pundi pendapatan petani menurun drastis.

“Kami menemukan fakta bahwa ternyata semakin luas lahan pertanian yang dikonversi ke non pertanian malah menyebabkan pendapatan petani semakin menurun” tambahnya.

Nilmadesri Rosya, S.Pd, ME, beserta tim program studi pendidikan ekonomi STIKP PGRI Sumbar lakukan dialog bersama kelompok tani Tunas Harapan, Nagari Gauang.

Sementara itu, ketua kelompok tani Tunas Harapan menyambut positif kegiatan yang dilakukan Karena memang pada saat ini masyarakat sudah mulai tergiur untuk menjadikan lahan pertanian mereka menjadi perumahan ataupun pertokoan.

“Kondisi dilapangan memang kita lihat, bisnis pengembangan perumahan dan kawasan pertokoan sangat menggiurkan. Namun pada sisi lain, kondisi ini membuat lahan pertanian menjadi semakin sempit. Tentu imbuhnya pendapatan petani berkurang” tukas
Yulizar, ketua kelompok tani Tunas Harapan.

[Elfitos]

Topik:

http://connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1(function(d, s, id) {
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) {return;}
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “http://connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));



Sumber

Baca Selengkapnya

Daerah

29 Muda Mudi Tergaruk Operasi satpol pp Kota Padang

29 Muda Mudi Tergaruk Operasi satpol pp Kota Padang


29 Muda Mudi Tergaruk Operasi satpol pp Kota PadangReviewed by Koko Rakasiwion.This Is Article About29 Muda Mudi Tergaruk Operasi satpol pp Kota PadangPADANG, RedaksiSumbar.com– 24 wanita dan 5 pria berhasil digaruk Pasukan Penegak Perda Kota Padang, 14 Februari 2019 Dini Hari. Satpol pp Kota Padang gerayangi tempat tempat yang diduga dijadikan tempat untuk merayakan malam Valentine, sesuai himbauan Wali Kota Padang, tidak dibenarkan untuk merayakan Valentine di kota Padang. ” Pelarangan perayaan malam Valentine di Kota Padang […]

PADANG, RedaksiSumbar.com– 24 wanita dan 5 pria berhasil digaruk Pasukan Penegak Perda Kota Padang, 14 Februari 2019 Dini Hari.

Satpol pp Kota Padang gerayangi tempat tempat yang diduga dijadikan tempat untuk merayakan malam Valentine, sesuai himbauan Wali Kota Padang, tidak dibenarkan untuk merayakan Valentine di kota Padang.

” Pelarangan perayaan malam Valentine di Kota Padang dikarenakan Kota Padang masih memegang teguh “Adat basandi Syara’, Syara’ basandi Kitabullah. Jadi di Sumatera Barat, khusunya di Kota Padang mayoritas penduduknya menganut agama Islam” tegas Kasat Pol pp Kota Padang Al Amin.

Operasi gabungan yang terdiri dari Satpol pp Kota Padang, SK4, Dinas Sosial, Dinas Budaya dan Pariwisata Kota Padang, BNPKB menyisir tempat tempat hiburan serta penginapan yang ada di Kota Padang.

Demi mencegah terjadinya hal hal yang tidak diinginkan, petugas Penegak Perda Kota Padang juga menyisir tempat tempat berkumpulnya muda mudi Kota Padang yang dikenal dengan Tugu Gempa, ditempat tersebut juga ditertibkan pasangan pasangan muda mudi yang masih berkumpul pada Dini Hari tersebut.

Semua yang tergaruk malam ini dibawa ke Mako Satpol pp Kota Padang guna pendataan dan pembinaan.

[Tim Liputan]

http://connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1(function(d, s, id) {
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) {return;}
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “http://connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));



Sumber

Baca Selengkapnya

Populer

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com