Connect with us

Ekonomi

Garuda Hadirkan Tampilkan Nuansa “Vintage” dalam Layanan Penerbangan

Garuda Proyeksikan Angkutan Penumpang 1,2 Juta Selama Peak Season


Garuda Indonesia. (garuda)

JAKARTA – Garuda Indonesia kembali melaksanakan terobosan terbaru dengan menghadirkan nuansa “Vintage” pada layanan penerbangan bertajuk “Garuda Indonesia Vintage Flight Experience”.

Melalui layanan penerbangan “Garuda Indonesia Vintage Flight Experience” tersebut, pengguna jasa dapat merasakan pengalaman penerbangan yang berbeda melalui kehadiran atribut seperti seragam pramugari jadul dan brand livery yang mengadaptasi tema “Garuda Indonesia Classic Brand”.

“Hadirnya konsep layanan penerbangan ‘Garuda Indonesia Vintage Flight Experience’ tentunya kami harapkan dapat memberikan nuansa berbeda kepada pengguna jasa yang akan melaksanakan perjalanan akhir tahun,” ungkap Nicodemus P.Lampe, Direktur Layanan Garuda Indonesia kepada Singgalang, Kamis (29/11).

Dikatakan, mengangkat tema “Garuda Indonesia Vintage Flight Experience”, pengguna jasa dapat merasakan nuansa penerbangan di tahun 1970-1980-an melalui kehadiran awak kabin dengan seragam klasik ciptaan perancang terkenal dari Jepang – Hanae Mori – yang digunakan pada era tersebut. “Tidak hanya itu, atribut klasik diterjemahkan melalui pengoperasian armada Boeing 737-800NG yang menggunakan classic livery.,” Ujar Nicodemus.

Menurutnya, adapun layanan penerbangan “Garuda Indonesia Vintage Flight Experience” tersebut direncanakan dapat dinikmati pengguna jasa pada periode 7 – 17 Desember 2018 pada jam tertentu di sejumlah rute penerbangan yang dilayani Garuda Indonesia, seperti rute Jakarta – Balikpapan pp I GA566 & GA569, Jakarta – Surabaya pp I GA304 & GA309, dan Jakarta – Singapura pp I GA846 & GA847.

Nicodemus menambahkan, untuk informasi lebih lanjut mengenai layanan penerbangan tersebut pengguna jasa dapat menghubungi Call Center Garuda Indonesia (24 jam) di nomor 021-2351 9999 dan 0804 1 807 807.l, serta di www.garuda:indonesia.com, dan Twitter @IndonesiaGaruda. (yusman)



Sumber

Baca Selengkapnya
Click to comment

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ekonomi

Utang BUMN Tembus Rp5.271 Triliun

Bawa Uang Asing di Atas Rp1 M, Siap-siap Didenda Rp300 Juta


Ilustrasi (okezone.com)

JAKARTA – Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menggelar rapat dengar pendapat dengan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan sejumlah perusahaan negara seperti PT Pupuk Indonesia, PT Taspen, PT Waskita Karya, PT Pertamina, PT Perusahaan Listrik Negara dan PT Telekomunikasi Indonesia.

Adapun rapat difokuskan mengenai kondisi utang 10 BUMN terbesar. Seperti BRI, Mandiri, BNI, PLN, Pertamina, BTN, Taspen, Waskita Karya, Telekomunikasi dan Pupuk Indonesia.

Deputi Bidang Restrukturisasi Kementerian BUMN Aloysius mengatakan, pihaknya telah menerima laporan terakhir terkait performa keuangan BUMN. Di mana telah ada dua titik waktu audit pada tahun 2017 dan belum audit kuartal III-2018.

“Jadi, sedianya kita tampilkan pada RDP kali ini 10 BUMN dengan utang terbesar,” ujarnya di Komplek DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (3/12).

Dia menjelaskan bahwa saat ini utang dari BUMN mencapai lebih dari Rp5.271 triliun per September 2018. Berdasarkan data unaudited atau belum diaudit, di mana utang tersebut meningkat dari 2016 yang jumlahnya Rp2.263 triliun. “Dan tahun 2017 yang jumlahnya Rp4.830 triliun. Artinya dari 2017 ke September 2018, utang BUMN meningkat Rp441 triliun,” tuturnya dikutip dari okezone.

Dia menuturkan, bahwa utang awalnya Rp2.263 triliun, menjadi Rp4.830 triliun. “Kemudian kuartal III, akhir September 2018 utang BUMN meningkat ke level Rp5.271 triliun,” ungkapnya. (aci)



Sumber

Baca Selengkapnya

Ekonomi

Kemenhub Siapkan Regulasi Baru Angkutan Taksi Online

Kemenhub Siapkan Regulasi Baru Angkutan Taksi Online



JAKARTA –Jenderal Perhubungan Darat (Dirjen Hubdat) Budi Setiyadi menyatakan bahwa regulasi baru terkait Angkutan Sewa Khusus atau Taksi Online saat ini tengah dalam tahap uji publik di beberapa kota besar. Demikian Endy Irawan, Kabag Hukum dan Humas Ditjen Perhubungan Darat kepada Singgalang, Kamis (8/11).

“Memang demo yang terjadi saat ini mengenai suspend dan tarif. Menyangkut masalah tarif kita sudah mengeluarkan Peraturan Dirjen untuk tarif taksi online. Tinggal kita sekarang memastikan aplikator menerapkan regulasi yang kita buat, yaitu Rp3.500,- sampai Rp6.500,” jelas Budi terkait penetapan tarif batas atas dan batas bawah dari taksi online.

Dirjen Budi mengakui, pihaknya masih melihat adanya persaingan tarif antar aplikator hingga saat ini. “Kita harapkan mereka harus mengikuti ketentuan yang ada. Jadi kemarin saya sudah bersurat kepada 2 aplikator itu untuk menyesuaikan dan patuh terhadap peraturan terkait tarif,” tegas  Budi.

Menurutnya, batas bawah Rp3.500 dan batas atas Rp6.500 tersebut berlaku untuk Pulau Jawa dan Sumatera. Untuk itu, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Korlantas Polri dan Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk mengawasi tarif aplikator taksi online ini.

“Kita akan diam-diam melakukan sampling tentang bagaimana kedua aplikator itu mematuhi regulasi. Kalau tarifnya tidak sesuai, kita akan berikan surat peringatan sampai mereka mengikuti ketentuan itu,” tukas Dirjen Budi.

Tak hanya mengenai tarif, Dirjen Budi turut membahas perihal suspend sepihak yang sering dikeluhkan oleh mitra pengemudi. “Ini memang murni antara mitra pengemudi dengan aplikator. Paling kita hanya bisa menyampaikan kepada 2 aplikator itu karena yang dituntut adalah untuk tidak sepihak dari aplikator saja,” tuturnya, seraya berharap perihal tarif ini sudah dapat sejalan dengan keinginan dari mitra pengemudi dengan penerapan tarif dari aplikator. (yusman)



Sumber

Baca Selengkapnya

Ekonomi

Indonesia Menjadi Negara Paling Dermawan Sedunia

Indonesia Menjadi Negara Paling Dermawan Sedunia


Direktur Utama Badan Amil Zakat, Arifin Purwakananta bersama Relawan Baznas pada acara konferensi pers terkait prestasi Indonesia yang diakui dunia sebagai Negara paling Dermawan di Dunia, di Jakarta Rabu (7/11). (*)

JAKARTA – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) memberikan hasil terbaik di Indonesia dinobatkan negara yang paling dermawan sedunia. Penilaian ini berdasarkan yang dilansir dari laporan World Giving Indeks oleh Charities Aid Foundation (CAF), Oktober 2018.

Bahwa Indonesia pertama kalinya berhasil menduduki peringkat nomor satu setelah tahun sebelumnya berada di peringkat kedua. Terdapat tiga aspek penilaian dalam laporan CAF World Giving Index 2018 yang dilakukan kepada 146 negara. Seperti membantu orang yang tidak dikenal, donasi bantuan amal, dan relawan yang ikut andil dalam proses tersebut.

Direktur Utama Baznas, Arifin Purwakananta kepada Singgalang di Jakarta Rabu (7/11) mengatakan, Baznas menyambut baik dan berterimakasih kepada masyarakat Indonesia. Karena sudah menjadi rakyat yang dermawan rela menjadi relawan kemanusiaan. Hal itu terbukti dari penilaian lembaga internasional CAF yang menempatkan Indonesia pada posisi pertama.

“Kami bangga, Indonesia dapat bersaing mengalahkan banyak negara-negara besar. Indonesia ini negara yang masyarakatnya dermawan, kedermawanan ini yang membuat Indonesia dapat bertahan dari hal-hal seperti masalah ekonomi, sosial dan berpolitik,” katanya.

Indonesia diisi oleh profil-profil humanis yang berjiwa sosial, peduli sesama, sabar, dan saling menolong. Ini merupakan karakter sangat baik dalam peradaban Indonesia. Semoga seluruh masyarakat Indonesia untuk terus melakukan hal kebaikan dan dapat menjadi tauladan baik bagi negara-negara lain. Pencapaian ini menjadi momentum untuk meningkatkan rasa kepedulian masyarakat Indonesia.

Dalam kepedulian ini juga ditopang langsung oleh banyak organisasi pengelola zakat di Indonesia yakni, Badan Amil Zakat Nasional, lembaga amil zakat lain dan Unit Pengumpul Zakat (UPZ). Untuk potensi donasi yang berasal dari masyarakat Muslim Indonesia mencapai Rp217 triliun. Sementara yang baru dapat dihimpun secara formal saat ini baru Rp7 triliun.

Kedepannya menandakan masih banyak yang dapat dilakukan oleh masyarakat Indonesia dalam peran zakat sebagai pribadi dermawan. Untuk itu Baznas mengajak seluruh Baznas Kabupaten, Provinsi/Kota, lembaga-lembaga amil zakat, UPZ, dan para tokoh-tokoh zakat terus mengkampanyekan kebaikan dana zakat, infak, sedekah, dan wakaf.

Data yang dikeluarkan Charities Aid Foundation (CAF) dalam laporan World Giving Index 2018 menyebut, Indonesia menempati posisi pertama dengan CAF World Giving Index score keseluruhan 59%.

Menyusul di posisi kedua adalah Australia dengan score keseluruhan yakni 59%, posisi ketiga ditempati oleh Selandia Baru dengan score keseluruhan 58%. Setiap tahunnya kepedulian masyarakat untuk berbagi juga meningkat. (sm)

 



Sumber

Baca Selengkapnya

Populer

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com