Connect with us

Berita

Fadli Zon: Puisi Rakyat Bergerak Refleksi Kecurangan Pemilu 2019Website Resmi Fadli Zon Wakil Ketua DPR RI

fadli_zon


Wakil Ketua DPR Fadli Zon kembali membuat puisi dengan tajuk ‘Rakyat Bergerak’ yang diunggah di akun Twitter @fadlizon. Puisi tersebut ternyata ditulis Fadli dalam perjalanan dari Cirebon ke Jakarta pada Senin (13/5) kemarin.

Loading...

“Ya itu kan namanya puisi refleksi terhadap suasana kebatinan perasaan,” ujar Fadli kepada wartawan di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (15/5).

Fadli membeberkan kata ‘bergerak’ dalam puisinya itu merefleksikan proses penghitungan suara yang penuh kecurangan dan menjadi pemicu rakyat untuk melakukan perlawanan.

“Memang masyarakat kalau kita lihat di Bawaslu kemarin saja turun protes jadi masyarakat pasti bergerak ketika ada ketidakadilan, ketidakjujuran dan ketidakbenaran,” ungkapnya.

Berikut isi puisi Fadli Zon yang tengah ramai diperbincangkan:

RAKYAT BERGERAK

Ketika keadilan diinjak-injak

Kebenaran makin terkoyak

Di mana kau berpijak?

Ketika kecurangan meruyak

Suara rakyat dibajak

Di mana kau berpihak?

Negeri ini makin rusak

Dipimpin penguasa congkak

Pribumi tergusur jadi budak

Komprador asing pesta merompak

Bangunlah jiwa-jiwa merdeka

Mendobrak tembok tirani

Saatnya rakyat bergerak bersama

Menjemput perubahan esok hari

Fadli Zon

Perjalanan Cirebon-Jakarta, 13 Mei 2019

 

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya
Advertisement
Loading...
Click to comment

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ASEAN

Terbitkan Buku, Fadli Zon Kritik Kebijakan Diplomasi Pemerintah IndonesiaWebsite Resmi Fadli Zon Wakil Ketua DPR RI

fadli zon terbitkan buku


Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon menerbitkan buku yang berjudul ‘Strengthtening The Indonesian Parliamentary Diplomacy’ hari ini, Senin (20/5/2019). Buku tersebut berisi kumpulan pidato Fadli saat agenda diplomasi di luar negeri.

Loading...

Fadli mengatakan, melalui buku tersebut ingin memperkuat diplomasi parlemen di Indonesia. Dalam diskusi di acara peluncuran buku itu, Fadli menyebut Indonesia konsisten saat melakukan diplomasi.

“Terus terang saja saya kira kita mengalami fluktuasi dalam diplomasi. Ada kalanya kita sangat high profile, ada kalanya low profile, ada kalanya flat, biasa-biasa saja dalam diplomasi,” ujar Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (20/5/2019).

Menurutnya sikap Indonesia tersebut membuat Indonesia tidak mendapat tempat di negara lain. Padahal, Indonesia disebut Fadli memiliki kekuatan sebagai negara penduduk terbanyak keempat, penduduk islam terbanyak, dan demokrasi terbesar ketiga di dunia.

“Ini saya kira membuat jika di kancah internasional kurang mendapatkan proporsi. Menurut saya sebagaimana sebuah negara seperti Indonesia pengaruhnya tidak sebanding,” jelas Fadli.

Fadli menyebut salah satu kebijakan pemerintah yang membebaskan visa di sejumlah negara di ASEAN. Menurutnya dampak kebijakan tersebut pada pengaruh Indonesia dalam berdiplomasi tidak terasa. Negara lain yang dibebaskan visanya tidak memberikan timbal balik bagi Indonesia.

Pemerintah juga disebut Fadli tidak memiliki pengaruh saat membantu menyelesaikan konflik di Rohingya, Myanmar. Menurutnya itu terjadi karena Indonesia tidak memiliki kekuatan saat berdiplomasi dengan negara ASEAN.

“Marwah kita sebagai negara terdemokrasi, berpenduduk muslim terbesar, tapi kita kurang menyentuh persoalan yang terjadi seperti Rohingya, kita tidak berkutik di ASEAN. Pemerintah mungkin agak kaku dan kikuk saat berhadapan dengan pemerintah Myanmar,” pungkas Fadli.

Peluncuran buku itu juga dihadiri oleh Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah, Menteri Luar Negeri Periode 2001-2009, Hassan Wirajuda, dan Kepala Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Lukman Hakim, Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Diskusi tersebut dimoderatori oleh Tarli Nugroho.

 

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Berita

Fadli Zon: Pemerintah Gagal Ciptakan Kepercayaan terhadap Sistem PemiluWebsite Resmi Fadli Zon Wakil Ketua DPR RI

wakil-ketua-dewan-perwakilan-rakyta-fadli-zon


Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon mengungkapkan keprihatinannya disaat memperingati Hari Kebangkitan Bangsa yang jatuh pada tanggal 22 Mei ini. Fadli mengatakan, bangsa Indonesia banyak menelan kekecewaan yang sangat mendalam.

Loading...

“Hari ini, 20 Mei 2019, kita kembali memperingati Hari Kebangkitan Nasional. Sayangnya, hari yang mestinya kita peringati dengan perasaan heroik persatuan, tahun ini lebih pantas kita peringati dengan keprihatinan mendalam,” kata Fadli dalam laman Twitternya, Senin (20/5).

Pertama, dia menemukan kecurangan masif terjadi pada Pemilu 2019. Ditambah, kata dia, tak ada respon memadai dari penyelenggara Pemilu dan otoritas negara atas kegelisahan masyarakat yang menuntut kejujuran dan keadilan.

Kedua, politikus Gerindra ini menyoroti adanya pelarangan, teror serta intimidasi terhadap rakyat yang hendak menggunakan hak menyatakan pendapat dan berekspresi di muka umum.

Tak hanya itu, ia juga kecewa lantaran muncul kriminalisasi terhadap tokoh-tokoh yang berbeda pandangan dengan Pemerintah dengan tuduhan makar.

“Ini telah membuat masyarakat kita kian terbelah. Pemerintah gagal menciptakan kepercayaan terhadap sistem pemilu,” terangnya.

Padahal setiap warga negara, dikatakan Fadli, seharusnya sama-sama berkepentingan mengawal proses demokrasi ini agar berjalan jujur, adil dan akuntabel.

 

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Abdul Muis

Fadli Zon Luncurkan Buku Perjalanan Diplomasi ParlemenWebsite Resmi Fadli Zon Wakil Ketua DPR RI

fadli zon luncurkan buku


Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon meluncurkan buku Strengthening The Indonesian Parliamentary Diplomacy. Buku itu berisikan tentang perjalanan diplomasi DPR di tingkat dunia.

Loading...

Peluncuran buku yang juga disertai diskusi Perkuatan Diplomasi Parlemen itu dihadiri Din Syamsuddin, mantan Menteri Luar Negeri Hasan Wirajuda, sejumlah perwakilan negara sahabat, dan tamu undangan.

Fadli Zon menjelaskan buku itu menjadi bukti fungsi baru DPR, yaitu diplomasi. Tugas tersebut tercantum dalam Undang-undang (UU) MPR, DPR, DPD, DPRD (MD3) selain pengawasan, pembahasan UU, dan pembahasan anggaran.

“Sehingga Diplomasi ini tidak hanya menjadi tugas pemerintah dan Kementerian Luar Negeri. Tapi juga tugas seluruh masyarakat Indonedia,” kata Fadli Zon, ditemui di ruang Abdul Muis, Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin, 20 Mei 2019.

Politikus Gerindra itu berharap, diplomasi parlemen mampu membantu mewujudkan hakikat politik luar negeri Indonesia, yaitu memberikan keuntungan bagi bangsa dan negara.

Buku Strengthening The Indonesian Parliamentary Diplomacy berisi koleksi makalah dan pidato Fadli Zon di berbagai forum internasional sejak 2014. Diplomasi merupakan bagian dari tugas pokok dan fungsi yang diemban Fadli Zon selaku koordinator politik, hukum, dan keamanan.

“Di bawah saya ada BKSAP (Badan Kerja Sama Antar Parlemen) yang memang merupakan badan khusus dalam rangka mempekuat parlemen Indonesia,” tuturnya.

 

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Populer