Connect with us

#kpu

Di Agam, Belum Ditemukan WNA Terdaftar di DPT

Debat Putaran Kedua Pilkada Padang 12 Mei






KPU (net)

LUBUK BASUNG – Hangat pemberitaan dimedia massa masuknya warga negara asing ddlam daftar pemilih tetap (DPT) pada pemilu 17 April . Di berbagai daerah di kota-kota dan daerah besar Indonesia, khusus untuk di Agam, belum ditemukan adanya terdaftar warga negara yang yang terdaftar di DPT Agam.

Ketua KPU  Agam Rico Antoni kepada Singgalang Kamis (14/3) menjelaskan hingga saat ini belum ada warga negara asing yang terdaftar di DPT. Rico mengakui di Agam saat ini tinggal seorang warga negara asing di Kecamatan Candung, tapi tidak tercatat sebagai pemilih. Lelaki itu hanya tinggal sementara bersama isterinya di Candung dan tidak ikut memilih.

Dijelaskan Rico, KPU Kabupaten Agam sudah menetapkan jumlah pemilih tetap dalam daftar pemilih tetap (DPT). Pemilih tetap berjumlah 365.029 pemilih, tapi pemilih itu ada kemungkinan akan bertambah dan bergeser, karena sesuai peraturan pemerintah. (lukman)










Sumber

Baca Selengkapnya
Click to comment

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

#kpu

Tiga WNA Terdaftar di DPT Dicoret KPU Sumbar

KPU Sumatera Barat 74 Bacaleg


Komisioner KPU Sumbar Nova Indra. (*)

PADANG –  Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU-RI) telah selesai melakukan pengecekan terhadap Warga Negara Asing (WNA) yang masuk Daftar Pemilih Tetap (DPT). Hasilnya terdapat, 101 pemilih masuk didalam DPT yang tersebar di 17 Provinsi seluruh Indonesia.

Anggota KPU Sumbar Divisi Program dan Data Nova Indra mengatakan, dari 17 Provinsi tersebut salah satunya di Sumatera Barat juga terdapat tiga pemilih WNA terdaftar di DPT yang tersebar di tiga daerah yakni, Bukittinggi, Kabupaten Solok dan Tanah Datar.

“Tiga WNA yang memakai e-KTP yang masuk dalam DPT ini telah di coret oleh KPU Kabupaten Kota berdasarkan hasil koordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri berdasarkan Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) melalui dukcapil” ujar Nova Indra, Kamis (7/3).

WNA yang tersebar di Tiga Kabupaten Kota terdaftar di DPT berdomisili berasal dari satu domisili di Tanah Datar asal Bangladesh, satu asal Belanda dan asal India,” katanya.

Lebih lanjut Nova Indra menambahkan, jika masih ada masyarakat yang menemukan WNA yang terdaftar di DPT silahkan melapor ke KPU di seluruh Sumatera Barat.

“ Sementara KPU Sumbar akan terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait seperti Imigrasi, Kesbangpol dan Disdukcapil” katanya.

Laporan dengan adanya temuan WNA di Sumbar akan disampaikan ke KPU RI oleh KPU daerah melalui KPU Provinsi untuk dilakukan pencoretan dari DPT.

Diketahui, 101 WNA ini berasal dari 29 negara. 29 negara tersebut yaitu, Afrika Selatan 1, Maulitius 1, Tanzania 1, Amerika Serikat 6, Kanada 2, Bangladesh 3, Cina 4, Filipina 4, India 1, Jepang18, Korea Selatan 4. Malaysia 7, Pakistan 1, Singapura 3, Taiwan 2 , Vietnam 1, Australia 3, Belanda 5, Inggris 4, Italia 2, Jerman 5, Prancis 1, Polandia 1, Portugal 1, Spanyol 1, Swiss 6, Turki 1 dan tidak diketahui 10. (Rom/yuke)

 



Sumber

Baca Selengkapnya

#kpu

Layanan Pindah Memilih di UNP Diserbu Mahasiswa

Debat Putaran Kedua Pilkada Padang 12 Mei


KPU (net)

PADANG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Padang kembali membuka Pelayanan Pindah Memilih di kampus Universitas Negeri Padang. Ratusan mahasiswa pun antusias mengurus surat pindah memilih (A-5) tersebut.

Padahal, sebelumnya di kampus itu juga telah dilakukan oleh KPU  Padang beberapa waktu lalu. Kali ini KPU kembali membuka layanan pindah memilih dengan bekerjasama dengan Kominfo dalam sebuah event yang diselenggarakan Narasi TV.

Begitu layanan dibuka, KPU Kota Padang yang langsung dibanjiri pengajuan pindah tempat memilih. Mahasiswa yang meminta pindah tempat memilih, sebagaian besar dari mahasiswa tersebut asal luar Sumatera Barat dan Wilayah Kota Padang.

Petugas KPU, Yeliana menyampaikan para mahasiswa yang berasal dari provinsi luar Sumatera Barat yang datang ke stand yang didirikan dalam event tersebut tetap ingin menggunakan hak pilihnya di Padang meskipun nantinya hanya akan mendapatkan 1 surat suara, yakni untuk Calon Presiden-Calon Wakil Presiden (Capres-Cawapres).

“Hal tersebut dilakukan karena waktu libur yang singkat,” ucapnya, Minggu (3/3).

Ada juga mahasiswa yang berdomilisi di luar Kota Padang seperti Solok, Painan, Bukit tinggi, namun minta pindah memilih ke Kota Padang. Nantinya hanya akan mendapatkan 3 surat suara, yakni untuk Capres-Cawapres, DPR RI, dan DPD RI. Mereka tidak berhak mendapatkan surat suara untuk kursi DPRD Kota Padang.

“Dengan pindah memilih, mereka dipastikan tidak akan menyoblos seluruh jenis surat suara pada Pemilu 2019 dan sudah ada sekitar 100 orang lebih yang mengurus pindah memilih di kampus UNP hari ini dan jumlah tersebut akan terus meningkat karena tingginya partisipasi mahasiswa dalam pemilu pada tahun ini,” tambah Yeliana.

Atas penjelasan itu, para mahasiswa menyatakan tidak mempersoalkannya karena yang terpenting bagi mereka ialah dapat menyalurkan hak suara dan ikut berpartisipasi dalam demokrasi Indonesia. (bambang)



Sumber

Baca Selengkapnya

#kpu

300 Warga Lipat Surat Suara Pemilu di Kabupaten Solok

300 Warga Lipat Surat Suara Pemilu di Kabupaten Solok


Proses sortir lipat surat suara pemilu di KPU Kabupaten Solok, Senin (25/2). (foto romelt KPU)

AROSUKA – Gaung Pemilu 2019 sudah terasa bagi seluruh masyarakat di Kabupaten Solok. Sekitar 300 warga Kabupaten Solok berpartisipasi dalam proses sortir dan lipat surat suara untuk pemilu 17 April 2019 di Gedung Islamik Center Koto Baru, Senin (25/2).

Warga paling banyak berasal dari sekitar kantor KPU Kabupaten Solok atau warga nagari Koto Baru. KPU awalnya sedikit kewalahan menerima mereka karena jumlahnya melebihi dari kebutuhan yang disepakati dari awal.

“Awalnya kita rencana rekrut 200 orang, tapi warga yang datang melebihi 200. Sekarang sedang diabsen, saya kira lebih dari 300,” kata Ketua KPU Kabupaten Solok, Gadis di lokasi.

Pelipatan surat suara merupakan salah satu tahapan persiapan pemilu 2019. Surat suara adalah salah satu perlengkapan dari ratusan jenis perlengkapan yang dibutuhkan untuk masing-masing TPS.

Anggota KPU Kabupaten Solok, Yusrial mengharapkan proses sortir dan lipat surat suara ini berjalan dengan lancar. Demi menjaga keamanan, KPU Kabupaten Solok membuat tata tertib bagi petugas sortir dan lipat. Antara lain tidak boleh membawa HP, tidak boleh membawa anak kecil, tidak boleh berkuku panjang, dan lainnya.

“Proses sortir dan lipat ini berlangsung selama 10 hari yang sudah dimulai sejak Sabtu 23 Februari lalu.” ujar Yusrial

Jika dalam 10 hari belum juga selesai, kemungkinan waktunya akan diperpanjang. Namun pihak KPU yakin proses ini bisa selesai sesuai waktu yang direncanakan mengingat banyaknya warga yang berminat untuk berpartisipasi.

Proses sortir dan lipat ini diawasi oleh seluruh komisioner dan pegawai sekretariat KPU Kabupaten Solok. Kemudian Bawaslu juga ikut mengawasi. Sedangkan pengamanan dilakukan Polres Aro Suka dan Polres Solok Kota.(rom/aci)



Sumber

Baca Selengkapnya

Populer

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com