Connect with us

Ekonomi

BRILink dan Baznas Buka Layanan Zakat 

BRILink dan Baznas Buka Layanan Zakat 


Direktur Utama Baznas, Arifin Purwakananta dan Kepala Desk Jaringan BRILink, Agus Suprapto di Agen BRILink Jatinegara Jakarta Timur. (*)

JAKARTA – Untuk meningkatkan pelayan zakat, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) bekerjasama BRILink meluncurkan layanan zakat di warung Z-Mart kawasan Jatinegara Jakarta. Layanan zakat di warung dan kios merupakan bagian dari zakat inklusi, gerakan menegakkan syariat zakat sebagai kehidupan umat.

Kepala Desk Jaringan BRILink, Agus Suprapto kepada Singgalang baru-baru ini mengatakan, BRIlink adalah kepanjangan tangan Bank BRI untuk melayani masyarakat dalam melakukan transaksi keuangan.

Dan sebagai perwujudan Lakupandai (Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam rangka Keuangan Inklusif) dan LKD (Layanan Keuangan Digital).

Melalui layanan BRILink ingin ikut serta memberi kontribusi dalam penghimpunan dan pendistribusian zakat nasional, seperti yang diatur dalam Undang-undang Nomor 23 Tahun 2011. Aturan tersebut mengamanahkan pengelolaan zakat nasional kepada Baznas.

Program Layanan BRILink tersebut telah tersedia di lebih dari 318 ribu agen yang tersebar di seluruh Indonesia. Sedangkan pembayaran zakat, infak, sedekah, dan kurban dilakukan melalui mobile apps agen dan mesin Electronic Data Capture (EDC) BRILink dan disalurkan melalui Baznas.

Disampaikan oleh Direktur Utama Baznas, Arifin Purwakananta, dengan adanya layanan digital BRILink ini berharap masyarakat lebih bersemangat dalam menunaikan zakat. Hal ini telah ditunjang fasilitas yang semakin banyak sehingga memudahkan masyarakat dalam menunaikan zakatnya.

“Dengan konsep zakat inklusi, zakat bukan hanya dapat dijangkau di bank, mall atau masjid. Dengan berkembangnya digital masyarakat juga dapat berzakat di gang-gang kecil, dan di warung-warung yang telah didukung oleh Baznas. Tidak menutup kemungkinan zakat dapat dilayani oleh tukang ojek, tukang sate dan berbagai aktivitas di lingkungan masyarakat,” tambah Arifin.

Dalam kolaborasi antara BRILink dan Baznas, mengajak kepada seluruh agen BRILink di seluruh Indonesia untuk menjadi agen-agen kampanye kemudahan dan kemuliaan zakat, infak, dan sedekah. Sehingga setiap penjuru desa dan kota, terus bergaung ajakan berzakat untuk mengentaskan masyarakat yang tidak mampu. (sm)

 



Sumber

Baca Selengkapnya
Click to comment

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ekonomi

Bhinneka dan Lazada Luncurkan Bhinneka Official Store

Bhinneka dan Lazada Luncurkan Bhinneka Official Store


Bersama Vensia Tjhin, Chief of Omni Channel Officer Bhinneka dan Monika Rudijono, CMO Lazada Indonesia, saat peluncuran Bhinneka Official Store di Jajakarta Senin (18/2). (*)

JAKARTA – Bhinneka selaku pionir industri e-commerce di Indonesia, menjalin kerjasama dengan Lazada meluncurkan Bhinneka Official Store di Lazada LazMall. Kolaborasi ini membangun ekosistem e-commerce yang kompetitif dengan membawa added value yang ditawarkan kedua perusahaan kepada pelanggan.

Chief of Omni Channel Officer Bhinneka, Vensia Tjhin kepada Singgalang di Jakarta Senin (18/2) menjelaskan, kolaborasi ini merupakan hal yang penting dalam perjalanan e-commerce Indonesia terus membangun ekoslstem yang lebih baik. Dan berharap dapat menjadi multiplier effect dalam mewujudkan Industri e-commerce secara sehat dan kompetitif.

Bhinneka selaku pionir industri e-commerce di Indonesia, yang selama ini dikenal sebagai salah satu pemain pasar penjualan online produk gadget, laptop dan komputer, ingin mencoba merangkul para pemain baru yang saat ini menjadi favorit para konsumen.
Bhinneka Official Store menyediakan 6 kategori produk utama yakni Teknologi dan Gadget, Lifestyle, Music Store, All About Home, Gaming Station dan Sports. Dari keenam kategori ini, 70% akan didominasi oleh gadget, laptop dan computer. Hingga akhir Februari 2019 ini, Bhinneka Official Store akan memiliki lebih dari 20.000 produk dari lebih dari 100 merek dari berbagai kategori.

Monika Rudijono, Chief Marketing Officer Lazada Indonesia mengaku bangga dapat bekerjasama dengan Bhinneka, pelopor e-commerce di Indonesia. “Kami yakin kemitraan ini dapat menambah kepercayaan, serta memberikan kenyamanan bagi pelanggan,” katanya.

Dalam kolaborasi ini peluang yang akan dieksplorasi oleh kedua perusahaan e-commerce. Dengan tagline Bhinneka, #AsliBikinTenang, kami percaya bahwa pasar tidak perlu lagi khawatir dengan orisinalitas produk. Khususnya kategori produk gadget dan elektronik. Bhinneka adalah pemain terkuat di pasar online khusus produk teknologi.

Dengan peluncuran Bhinneka Official Store di LazMaIl, Lazada menggelar promo Brand Day pada 26 Februari 2019. Dimana semua produk di Bhinneka Official Store akan ada program promo Triple 26, yaitu, pilihan 26 produk dengan harga hanya Rp26.000, dan pilihan 26 produk seharga Rp260.000. Promo tersebut akan digelar tepat jam 00 pada tanggal 26 Februari mendatang. (sm)

 



Sumber

Baca Selengkapnya

Ekonomi

Mulai 1 Maret Tarif Listrik Rumah Tangga 900 VA Turun

Mulai 1 Maret Tarif Listrik Rumah Tangga 900 VA Turun






Ilustrasi (net)

JAKARTA – Mulai 1 Maret 2019, PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) akan menurunkan tarif tenaga listrik (TTL), khususnya bagi pelanggan rumah tangga mampu 900 volt ampere (VA) sebesar Rp52 per kilowatt hour (kWh).

Semula, tarif dihargai Rp1.352 per kWh dan akan turun menjadi Rp1.300 per kWh. Adapun penurunan ini diberikan karena efisiensi perusahaan dan penyesuaian atas terjadinya harga minyak dan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS).

“Dengan adanya insentif ini, PLN ingin memberikan ruang untuk pelanggan R-1 900 VA rumah tangga mampu (RTM) agar dapat lebih banyak memanfaatkan listrik untuk menunjang kegiatan ekonomi dalam kesehariannya,” ujar Executive Vice President Corporate Communication & CSR PLN I Made Suprateka di Jakarta. (aci)










Sumber

Baca Selengkapnya

Ekonomi

OJK Minta Masyarakat Jauhi Pinjaman Online Ilegal

OJK Optimistis Pasar Modal di Indonesia Akan Semakin Maju


OJK (net)

JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) selaku lembaga independen yang melakukan pengawasan untuk sektor perbankan serta nonperbankan, telah berulang kali mengimbau kepada semua masyarakat Indonesia untuk tidak melakukan peminjaman uang secara online.

Sebelumnya diberitakan pada Senin (11/2) lalu, seorang pengemudi taksi bernama Zulfandi (35), ditemukan tewas di kamar kosnya di daerah Tegal Parang, Jakarta Selatan. Zulfandi tewas gantung diri setelah diduga tidak kuat menghadapi pola penagihan akibat pinjaman online yang ia lakukan sendiri.

Melalui sepucuk surat yang ia tulis sebelum melakukan aksinya, Zulfandi meminta kepada OJK dan pihak berwajib untuk memberantas pinjaman online. Atas peristiwa yang menimpa Zulfandi, OJK melalui Ketua Satgas Waspada Investasi, Tongam L Tobing, memberikan klarifikasinya terkait peminjaman online yang sedang marak belakangan ini.

“Masyarakat diminta untuk tidak melakukan pinjaman terhadap fintech _P2P lending tanpa terdaftar atau memiliki izin OJK,” ucap Tongam, Minggu (17/2)

Lebih lanjut Tongam menjelaskan banyak entitas “fintech peer to peer lending (P2P)” atau pinjaman berbasis online ilegal yang sudah merambah ke media sosial.

“Nah, melihat berbagai kondisi ini, kami dari OJK dan asosiasi melakukan pendalaman, dalam hal ini melakukan proses pengumpulan informasi. Selanjutnya fintech legal dilarang meng-copy semua kontak yang ada di HP, hanya kontak darurat yang boleh dikontak,” jelas Tongam mengutip dari okezone.

Pada Februari 2019, OJK melalui Satgas Waspada Investasi, telah memberhentikan layanan 231 penyelenggara pinjaman online. Dari jumlah tersebut, OJK memastikan seluruhnya adalah layanan yang tidak terdaftar dan tidak memiliki izin dari OJK. (aci)



Sumber

Baca Selengkapnya

Populer

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com