Connect with us

headline

12 Agustus Pendaftaran Peserta Pemilihan Duta Wisata Kota Pariaman 2018 Ditutup

12 Agustus Pendaftaran Peserta Pemilihan Duta Wisata Kota Pariaman 2018 Ditutup


Pariaman, beritasumbar.com,-Pendaftaran peserta pemilihan Cik Uniang Cik Ajo Kota Pariaman tahun 2018 akan berakhir  pada 12 Agustus 2018 mendatang. Selain itu, beragam persiapanpun telah dilakukan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman dalam menyukseskan acara ini.

Pemilihan Duta Wisata Kota Pariaman (PDWP) ini terbuka bagi seluruh putra dan putri daerah yang ada wilayah Kota Pariaman dan Kabupaten Padang Pariaman . Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Pariwisata  dan Kebudayaan Kota Pariaman, Elvis Chandra, Rabu (1/8).

Elvis membeberkan kegiatan pemilihan Cik Uniang Cik Ajo Kota Pariaman tahun ini, mengusung tema “Dengan Cik Ajo Cik Uniang sebagai duta wisata, Kita Jadikan semangat generasi muda Kota Pariaman berbudaya Pariaman dan berkarakter Indonesia untuk pengembangan kepariwisataan Kota Pariaman”.

Cik Uniang Cik Ajo yang kita harapkan, tambah Elvis harus memiliki kepedulian dalam mengeksplorasi berbagai potensi dari daerah Pariaman, serta mempromosikan potensi tersebut kepada wisatawan seperti melalui media digital, yang pada akhirnya akan berdampak positif pada kemajuan ekonomi di daerah Pariaman.

Ia berharap Kota Pariaman bisa mendapatkan 5 besar tahun ini dalam ajang pemilihan uda uni Sumbar.

Sementara Kasi Pengelolaan Keragaman Seni dan Budaya Disparbud Kota Pariaman, Ika Septia, menambahkan untuk persiapan PDWP, saat ini kami mengadakan kegiatan  roadshow ke sekolah-sekolah dan universitas yang ada di Pariaman, roadshow tersebut sudah berlangsung sejak tanggal 23 Juli lalu dan berakhir tanggal 5 Agustus mendatang, ujarnya.

Pendaftaran tahun ini dibuka 2 Juli s/d 12 Agustus 2018 dan formulir pendaftaran bisa didapatkan di Disparbud Kota Pariaman. “Sampai saat ini jumlah peserta yang mendaftar sudah 120 orang, tetapi masih ada yang belum melengkapi administrasinya, kami juga berharap putra putri daerah Pariaman lainnya juga turut berpartisipasi”, ucapnya.

Ika menyampaikan, untuk menjadi seorang Cik Uniang Cik Ajo berusia 17 s/d 24 tahun dan haruslah memiliki pengetahuan luas tentang kepariwisataan Kota Pariaman, budaya dan adat istiadat yang ada di Pariaman, serta harus menguasai bahasa minang, bahasa Indonesia dan  bahasa inggris, serta tinggi badan untuk Cik Ajo minimal 165 cm dan Cik Uniang 160 cm.

Ika mengatakan seleksi tahap awal seluruh peserta yang melengkapi berkas melaksanakan technical meeting dan wawancara yang dilaksanakan pada tanggal 13 Agustus s/d 14 Agustus 2018.

“Seluruh peserta nantinya akan diseleksi menjadi 10 pasang yang lolos ke babak Grand Final yang dilaksanakan pada tanggal 18 Agutus 2018 mendatang dan sepasang Duta Wisata terpilih akan mewakili Kota Pariaman mengikuti Pemilihan Uda Uni Sumatra Barat pada bulan November,” katanya. (syamsul)

window.fbAsyncInit = function() {
FB.init({
appId : ‘1410885915625287’,
xfbml : true,
version : ‘v2.10’
});
FB.AppEvents.logPageView();
};

(function(d, s, id){
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) {return;}
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “http://connect.facebook.net/en_US/sdk.js”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));

window.fbAsyncInit = function() {
FB.init({
appId : ‘1410885915625287’,
xfbml : true,
version : ‘v2.10’
});
FB.AppEvents.logPageView();
};

(function(d, s, id){
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) {return;}
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “http://connect.facebook.net/en_US/sdk.js”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));
(function(d, s, id) {
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) return;
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “http://connect.facebook.net/en_US/sdk.js#xfbml=1&appId=322156664622039&version=v2.3”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));(function(d, s, id) {
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) return;
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “http://connect.facebook.net/en_GB/sdk.js#xfbml=1&version=v2.7&appId=322156664622039”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));



Sumber

Baca Selengkapnya
Click to comment

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

#wagub

Wagub Nasrul Abit tak Terdaftar di DPT

Wagub Nasrul Abit tak Terdaftar di DPT


Wakil Gubernur Nasrul Abit (ist)

PADANG –  Nasrul Abit, tidak terdaftar dalam pemilih tetap (DPT) pada pemilu 2019. Meski begitu orang nomor dua di Sumbar itu telah didaftarkan di Daftar Pemilih Khusus (DPK), setelah dia melapor ke KPU.

Tidak masuknya mantan Bupati Pessel itu diketahui ketika dirinya melakukan pengecekan daftar daftar pemilih tetap (DPT) melalui portal https://sidalih3.kpu.go id.

“Saya minta anak-anak untuk cek dimana saya memilih. Cek online, ternyata nama saya dan istri, serta anak belum terdata dalam DPT. Kemudian coba tanya ke KPU di lokasi domisili (Kabupaten Pesisir Selatan), memang diakui belum masuk,” ungkap Nasrul Abit di Padang, Rabu (20/3).

Menurutnya, hal itu kemungkinan terjadi akibat kealpaan petugas pendataan, yang mengira pindah domisili. Sebab selama bertugas menjadi Wagub, dia bersama istri dan satu anaknya lebih banyak tinggal di Padang.

Terpisah, Ketua KPU Pesisir Selatan, Epaldi Bahar mengatakan, meski Wagub Sumbar beserta Istri dan anaknya tidak masuk sebagai pemilih tetap, mereka masih dapat memilih pada pemilu 2019. Sebab mereka telah didaftarkan di Daftar Pemilih Khusus (DPK) setelah ada laporan.

“Jadi dari data KTP , kami daftarkan ke DPK, sehingga Pak Wagub dapat memilih seperti masyarakat lain menyaluran hak suaranya,” katanya.

Lebih lanjut dikatakan Epaldi, tidak terdaftarnya di DPT, karena saat tim melakukan pendataan, Wagub sudah berada di Padang, sehingga tim membuat laporan pindah domisili.

Untuk DPK, hak memilih dilayani pada pukul 12.00-13.00 WIB pada 17 April mendatang. (yuke/yose)



Sumber

Baca Selengkapnya

#kpu

Di Agam, Belum Ditemukan WNA Terdaftar di DPT

Debat Putaran Kedua Pilkada Padang 12 Mei






KPU (net)

LUBUK BASUNG – Hangat pemberitaan dimedia massa masuknya warga negara asing ddlam daftar pemilih tetap (DPT) pada pemilu 17 April . Di berbagai daerah di kota-kota dan daerah besar Indonesia, khusus untuk di Agam, belum ditemukan adanya terdaftar warga negara yang yang terdaftar di DPT Agam.

Ketua KPU  Agam Rico Antoni kepada Singgalang Kamis (14/3) menjelaskan hingga saat ini belum ada warga negara asing yang terdaftar di DPT. Rico mengakui di Agam saat ini tinggal seorang warga negara asing di Kecamatan Candung, tapi tidak tercatat sebagai pemilih. Lelaki itu hanya tinggal sementara bersama isterinya di Candung dan tidak ikut memilih.

Dijelaskan Rico, KPU Kabupaten Agam sudah menetapkan jumlah pemilih tetap dalam daftar pemilih tetap (DPT). Pemilih tetap berjumlah 365.029 pemilih, tapi pemilih itu ada kemungkinan akan bertambah dan bergeser, karena sesuai peraturan pemerintah. (lukman)










Sumber

Baca Selengkapnya

#bawaslu

Politik Uang Tetap Rawan di Pemilu 2019

Loloskan Caleg Mantan Terpidana Korupsi, Ini Alasan Bawaslu






Bawaslu (net)

SAWAHLUNTO – Praktik politik uang masih tetap teratas di Indeks Kerawanan (IKP) Pemilu 2019 di Sawahlunto. Tak beda di Pilkada 2018, praktek politik uang juga di peringkat teratas.

Hal itu dikemukakan Komisioner Divisi Sosialisasi dan Pencegahan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sawahlunto Fira Hericel dalam acara Fasilitasi, Publikasi dan Supervisi Pengawasan Pemilu 2019 di Hotel Ombilin, Minggu (24/2).

Ia mengatakan, bagi Bawaslu hasil survei indek kerawanan pemilu untuk mengurangi terjadinya politik uang. Jadi, hasil IKP dijadikan sebagai langkah antisipasi. Meski begitu, potensi kerawanan lain perlu pula diantisipasi, misalnya, pemilih ganda, data pemilih tidak valid dan adanya pemilih tidak dikenal.

Sementara itu Ketua Bawaslu Dwi Murini mengemukakan, aparatur sipil negara berpolitik praktis dan memperlihatkan tidak netral di Pemilu 2019 masih terjadi di kota ini. “Kami merekomendasikan 2 ASN ke Komisi Aparatur Sipil Negara karena tidak netral dan memposting dukungannya terhadap salah satu pasangan calon presiden di media sosial, “ujar Dwi Murini. (cong)

 










Sumber

Baca Selengkapnya

Populer

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com